Aplikasi Kloning TikTok ala Facebook Ditutup

Jum'at, 03 Juli 2020 - 14:03 WIB
Terhitung sejak Februari, menurut perusahaan riset Sensor Tower, Lasso sudah tersedia di Kolombia, Meksiko, AS, Argentina, Chili, Peru, Panama, Kosta Rika, El Salvador, Ekuador dan Uruguay.

Lasso menambahkan dukungan untuk bahasa Hindi awal tahun ini, hal itu membuat spekulasi bahwa Facebook akhirnya dapat membawa aplikasi baru ke India, pasar terbesar perusahaan teknologi Amerika berdasarkan akun pengguna.

Sejauh ini, belum jelas kenapa Facebook tidak meluncurkan Lasso ke lebih banyak negara. Namun, Tech Crunch menyebut, perjalanan Lasso sudah bermasalah dari awalnya.

Hal ini terbukti dari hengkangnya Brady Voss dari Facebook, beberapa hari setelah Lasso dirilis. Voss merupakan orang yang memimpin pengembangan aplikasi Lasso.

Awal pekan ini, Facebook mengumumkan bahwa mereka juga mematikan Hobbi, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mendokumentasikan proyek pribadi mereka. Hobbi juga merupakan proyek percobaan oleh Facebook
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!