Dipakai untuk Periksa Putri Candrawati, Begini Lie Detector Tentukan Bohong atau Tidak

Selasa, 06 September 2022 - 17:51 WIB
Begini cara kerja Lie Detector tentukan bohong atau tidak. FOTO/ IST
JAKARTA - Alat pendeteksi kebohongan atau Lie Detector diterjunkan Puslabfor Bareskrim Polri untuk memeriksa tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawati, serta Asisten Rumah Tangga (ART) Susi.

Seperti dilansir dari Vanitylife, Lie Detector adalah sebuah alat yang menggunakan metode poligraf sebagai pendeteksi kebohongan. Poligraf sendiri merupakan alat untuk mengukur reaksi tubuh yang ditemukan pada tahun 1921 oleh seorang mahasiswa kedokteran dari Universitas California dan seorang polisi dari Berkeley.



BACA JUGA - 2 Ibu Susui Anaknya di Tahanan, Bagaimana Putri Candrawati?

Selanjutnya, pada tahun 1936, poligraf pertama kali digunakan oleh FBI untuk mengungkap kasus kriminal.

Sesuai namanya, fungsi utama lie detector adalah mendeteksi kebohongan. Mengingat ekspresi wajah tidak bisa digunakan untuk mendeteksi kebohongan seseorang, penggunaan lie detector cukup familier di kalangan penegak hukum.

Lie detector menggunakan instrumen poligraf yang berfungsi mengukur berbagai sinyal perubahan fisiologis yang terjadi selama seseorang menjalani interogasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!