Hadirkan Beragam Fitur Aset Digital, Nanovest Resmi Diluncurkan
Rabu, 24 Agustus 2022 - 09:13 WIB
“Seiring dengan perkembangan zaman, kami merasa bahwa menciptakan ruang investasi aset digital yang aman, nyaman dan mudah adalah misi utama Nanovest. Kami juga berkomitmen secara kontinu untuk melakukan rangkaian edukasi seputar benefit berinvestasi di Nanovest dengan harapan setiap orang dapat memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan keuntungan. Melalui Nanovest, kami ingin menjadi platform yang bisa mempermudah masyarakat Indonesia untuk berinvestasi.”
Secara umum, Billy mengatakan bahwa Nanovest merupakan platform investasi aset digital yang diharapkan mampu mendorong lahirnya para investor baru, terutama dari kalangan milenial.
"Nanovest sangat tepat digunakan bagi para investor pemula. Mulai dari Rp 5 ribu, pengguna sudah bisa berinvestasi aset digital yang beragam," imbuhnya.
Dari sudut pandang perusahaan, lanjut Billy, Indonesia sebenarnya memiliki potensi pasar aset digital yang sangat tinggi. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) per Juni 2022, pengguna aset kripto di Indonesia baru berjumlah 15,1 juta.
"Jumlah pengguna aset kripto di Indonesia, menurut Bappebti, baru sekitar 15,1 juta. Artinya, belum sampai 6 persen dari jumlah populasi Indonesia yang melebihi 275 juta. Kita rasa, potensi pertumbuhannya sangat tinggi sekali," lanjut Billy.
Secara umum, Billy mengatakan bahwa Nanovest merupakan platform investasi aset digital yang diharapkan mampu mendorong lahirnya para investor baru, terutama dari kalangan milenial.
"Nanovest sangat tepat digunakan bagi para investor pemula. Mulai dari Rp 5 ribu, pengguna sudah bisa berinvestasi aset digital yang beragam," imbuhnya.
Dari sudut pandang perusahaan, lanjut Billy, Indonesia sebenarnya memiliki potensi pasar aset digital yang sangat tinggi. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) per Juni 2022, pengguna aset kripto di Indonesia baru berjumlah 15,1 juta.
"Jumlah pengguna aset kripto di Indonesia, menurut Bappebti, baru sekitar 15,1 juta. Artinya, belum sampai 6 persen dari jumlah populasi Indonesia yang melebihi 275 juta. Kita rasa, potensi pertumbuhannya sangat tinggi sekali," lanjut Billy.
Lihat Juga :