Dampak Badai Matahari di Indonesia, Berpotensi Timbulkan Gangguan Navigasi Berbasis Satelit
Rabu, 17 Agustus 2022 - 14:39 WIB
“Di wilayah ekuator seperti Indonesia, dampaknya minim. Dampak yang terasa adalah gangguan ionosfer yang berpengaruh pada komunikasi gelombang pendek atau gangguan navigasi berbasis satelit, seperti GPS,” terangnya.
Kendati begitu, dia mengatakan bisa saja Indonesia mengalami keadaan gangguan navigasi satelit apabila Badai Matahari nantinya semakin meluas hingga ke beberapa wilayah, termasuk Indonesia. Fenomena Badai matahari sendiri merupakan rangkaian tahunan yang dilihat dari siklus aktivitas matahari.
Baca juga; Badai Matahari Mengancam Bumi, Waspadai Gangguan Komunikasi dan Sinyal
Pada saat matahari aktif, maka badai matahari paling sering terjadi dengan kekuatan badai yang lebih kuat lagi. “Kejadian badai matahari bergantung kondisi siklus aktivitas matahari. Kadang tinggi, kadang rendah,” terangnya.
Thomas juga mengatakan, untuk terkait dampak dari badai matahari kepada tubuh manusia tidaklah terlalu besar, hal tersebut dikarenakan, Bumi memiliki medan magnet, sehingga partikel berenergi tinggi tidak akan sampai ke permukaan bumi. “Bumi juga dilindungi lapisan ozon sehingga pacaran ultraviolet dari matahari disaring. Jadi manusia aman,” terangnya.
Kendati begitu, dia mengatakan bisa saja Indonesia mengalami keadaan gangguan navigasi satelit apabila Badai Matahari nantinya semakin meluas hingga ke beberapa wilayah, termasuk Indonesia. Fenomena Badai matahari sendiri merupakan rangkaian tahunan yang dilihat dari siklus aktivitas matahari.
Baca juga; Badai Matahari Mengancam Bumi, Waspadai Gangguan Komunikasi dan Sinyal
Pada saat matahari aktif, maka badai matahari paling sering terjadi dengan kekuatan badai yang lebih kuat lagi. “Kejadian badai matahari bergantung kondisi siklus aktivitas matahari. Kadang tinggi, kadang rendah,” terangnya.
Thomas juga mengatakan, untuk terkait dampak dari badai matahari kepada tubuh manusia tidaklah terlalu besar, hal tersebut dikarenakan, Bumi memiliki medan magnet, sehingga partikel berenergi tinggi tidak akan sampai ke permukaan bumi. “Bumi juga dilindungi lapisan ozon sehingga pacaran ultraviolet dari matahari disaring. Jadi manusia aman,” terangnya.
(wib)
Lihat Juga :