Rahasia Pembuatan Perunggu China Kuno Terungkap, Kecanggihannya Sudah Tercatat 2300 Tahun
Rabu, 10 Agustus 2022 - 16:02 WIB
Rahasia pembuatan perunggu China kuno terungkap dalam teks berusia 2300 tahun yang disebut Kaogong Ji. Foto/Newscientist
BEIJING - Rahasia pembuatan perunggu China kuno terungkap dalam teks berusia 2300 tahun yang disebut Kaogong Ji. Praktik pembuatan logam yang dijelaskan dalam teks itu lebih canggih dari yang diperkirakan siapa pun.
Kaogong Ji, sebuah teks berusia 2300 tahun, adalah ensiklopedia teknis tertua di dunia. Buku tersebut berisi petunjuk tentang cara membuat beberapa benda, seperti gendang logam, kereta perang, dan senjata.
Teks ini juga berisi enam resep perunggu yang telah lama membingungkan para peneliti. Bahan-bahan yang hilang dari resep perunggu Tiongkok kuno mungkin telah ditemukan, mengungkapkan tingkat kecanggihan lain dalam praktik kimia pada saat itu.
Baca juga; Arkeolog Temukan Kuburan Kuno Dinasti Ming, Ruang Pemakaman Penuh Mural dan Koin Perunggu
Ruiliang Liu dari British Museum di London mengatakan gaya dan skala pembuatan perunggu yang diproduksi di China tidak ada bandingannya. “Kami bertanya pada diri sendiri, bagaimana orang Asia dan China bisa menghasilkan begitu banyak perunggu pada waktu itu,” kata Liu dikutip SINDOnews dari laman Newscientist, Rabu (10/8/2022).
Kaogong Ji, sebuah teks berusia 2300 tahun, adalah ensiklopedia teknis tertua di dunia. Buku tersebut berisi petunjuk tentang cara membuat beberapa benda, seperti gendang logam, kereta perang, dan senjata.
Teks ini juga berisi enam resep perunggu yang telah lama membingungkan para peneliti. Bahan-bahan yang hilang dari resep perunggu Tiongkok kuno mungkin telah ditemukan, mengungkapkan tingkat kecanggihan lain dalam praktik kimia pada saat itu.
Baca juga; Arkeolog Temukan Kuburan Kuno Dinasti Ming, Ruang Pemakaman Penuh Mural dan Koin Perunggu
Ruiliang Liu dari British Museum di London mengatakan gaya dan skala pembuatan perunggu yang diproduksi di China tidak ada bandingannya. “Kami bertanya pada diri sendiri, bagaimana orang Asia dan China bisa menghasilkan begitu banyak perunggu pada waktu itu,” kata Liu dikutip SINDOnews dari laman Newscientist, Rabu (10/8/2022).
Lihat Juga :