Balistik Forensik Metode Mengungkap Kematian Tembak Menembak atau Ditembak
Minggu, 07 Agustus 2022 - 14:45 WIB
Ini yang Dilakukan Ahli Forensik dalam Autopsi dengan menggunakan metode Balistik Forensik. FOTO/ IST
JAKARTA - Mabes Polri melakukan uji balistik dalam penyidikan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J . Uji balistik diperlukan untuk mengungkap apakah benar ajudan Mantan Kadiv Propam Irjen P Ferdy Sambo itu ditembak dari jarak dekat atau sudut atas.
BACA JUGA - Ini 7 Negara yang Punya Rudal Balistik
Istilah "balistik forensik" pertama kali digunakan oleh V.F. Chervakov pada 1930-an abad terakhir. Sejak saat itu, konsep tersebut telah digunakan dalam literatur khusus, dan juga digunakan dalam praktik forensik dan investigasi.
Dalam berbagai buku referensi "ilmu balistik" didefinisikan sebagai ilmu tentang pergerakan muatan yang ditembakkan dari senjata api.
BACA JUGA - Ini 7 Negara yang Punya Rudal Balistik
Istilah "balistik forensik" pertama kali digunakan oleh V.F. Chervakov pada 1930-an abad terakhir. Sejak saat itu, konsep tersebut telah digunakan dalam literatur khusus, dan juga digunakan dalam praktik forensik dan investigasi.
Dalam berbagai buku referensi "ilmu balistik" didefinisikan sebagai ilmu tentang pergerakan muatan yang ditembakkan dari senjata api.
Lihat Juga :