Ilmuwan Mengajarkan Tikus untuk Mencium Bau
Senin, 29 Juni 2020 - 06:01 WIB
"Tapi ciri-ciri khusus ini, sebagaimana dicatat oleh otak, belum ditemukan untuk setiap aroma," tambahnya.
Hidung manusia diketahui memiliki jenis sel reseptor bau lebih sedikit dari pada tikus. Tikus memiliki indra penciuman lebih dari 1.200 jenis dan manusia hanya memiliki 350.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bagaimana molekul udara membawa berbagai aroma yang memicu sel reseptor di rongga hidung, yang disebut glomeruli. Setelah dipicu, sel reseptor mengirimkan sinyal listrik yang memungkinkan otak kita memproses informasi bau.
Untuk penelitian ini, tim peneliti menggunakan tikus yang telah direkayasa. Percobaan difokuskan pada bohlam penciuman tikus, yang terletak di belakang hidung pada hewan dan manusia.
Mereka melatih tikus untuk mengenali sinyal yang dihasilkan oleh enam glomeruli. Ini menyerupai pola yang ditimbulkan oleh bau.
Hidung manusia diketahui memiliki jenis sel reseptor bau lebih sedikit dari pada tikus. Tikus memiliki indra penciuman lebih dari 1.200 jenis dan manusia hanya memiliki 350.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bagaimana molekul udara membawa berbagai aroma yang memicu sel reseptor di rongga hidung, yang disebut glomeruli. Setelah dipicu, sel reseptor mengirimkan sinyal listrik yang memungkinkan otak kita memproses informasi bau.
Untuk penelitian ini, tim peneliti menggunakan tikus yang telah direkayasa. Percobaan difokuskan pada bohlam penciuman tikus, yang terletak di belakang hidung pada hewan dan manusia.
Mereka melatih tikus untuk mengenali sinyal yang dihasilkan oleh enam glomeruli. Ini menyerupai pola yang ditimbulkan oleh bau.
Lihat Juga :