Ditemukan 200 Zona Goldilocks di Bulan, Tempat Astronot dapat Bertahan Hidup

Minggu, 31 Juli 2022 - 16:31 WIB
“Bertahan pada malam di bulan sangat sulit karena membutuhkan banyak energi, tetapi berada di lubang dan gua ini hampir seluruhnya menghilangkan persyaratan itu,” kata Tyler Horvath, mahasiswa doktoral dalam ilmu planet di University of California, Los Angeles kepada Live Science dikutip SINDOnews, Minggu (31/7/2022).

Lubang pertama di permukaan bulan ditemukan pada tahun 2009 oleh pengorbit Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) Kaguya (sebelumnya SELENE, untuk SELenological and ENGineering Explorer). Namun, pekerjaan baru ini telah dilakukan dengan menggunakan kamera termal, Eksperimen Radiometer Bulan Diviner, pada robot Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA.

Dari 200 lubang yang ditemukan, dua hingga tiga lubang mengarah ke sebuah gua, sementara 16 lubang tampaknya merupakan “langit” untuk tabung lava yang runtuh. Di Bumi, tabung lava adalah gua berongga yang ditemukan di dekat permukaan di daerah vulkanik, terutama Gua Kazumura di Taman Nasional Gunung Api Hawaii dan La Cueva del Viento di Tenerife di Kepulauan Canary.

Baca juga; China Mulus Luncurkan Misi Bersejarah Chang'e 5 ke Bulan

“Lubang-lubang ini kemungkinan terbentuk karena benturan kecil yang melubangi langit-langit tabung lava atau aktivitas seismik yang melemahkan langit-langit,” kata Horvath. Dalam studi baru, para peneliti menganalisis suhu di dalam lubang silinder sekitar 100 meter di dalam Mare Tranquillitatis, Laut Ketenangan, di dekat khatulistiwa bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!