Lubang Ozon Raksasa Ditemukan di Wilayah Tropis, Bumi Semakin Terancam
Rabu, 06 Juli 2022 - 10:25 WIB
Lubang ozon baru di wilayah tropis telah ditemukan dengan ukuran yang tujuh kali lebih besar dibanding lubang ozon di Antartika. Foto/IFL Science
JAKARTA - Lubang ozon baru ditemukan di wilayah tropis dengan ukuran lubang yang sangat besar. Ukuran lubangnya bahkan diklaim tujuh kali lebih besare dibanding lubang ozon yang ada di atas Antartika.
Qin Bing Lu peneliti dari University of Waterloo, Kanada mengatakan lubang ozon itu ditemukan di atas wilayah tropis .Hal itu justru jadi sebuah tanda bahaya karena wilayah tropis merupakan setengah dari area bumi.
"Keberadaan lubang ozon di wilayah tropis itu jadi masalah besar karena tempat itu merupakan rumah dari setengah populasi dunia," ujar Qin Bing Lu.
Baca juga : Bikin Kagum, Ini Spesifikasi Mercedes-Benz S600 Guard yang Digunakan Jokowi saat di Rusia
Dia mengatakan adanya lubang ozon merupakan tanda terjadinya penipisan laposan ozon. Hal itu akan menyebabkan peningkatan radiasi UV di permukaan tanah, yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan katarak pada manusia. Selain itu akan terjadi pelemahan sistem kekebalan manusia, menurunkan produktivitas pertanian, dan berdampak negatif pada organisme dan ekosistem perairan yang sensitif.
Qin Bing Lu peneliti dari University of Waterloo, Kanada mengatakan lubang ozon itu ditemukan di atas wilayah tropis .Hal itu justru jadi sebuah tanda bahaya karena wilayah tropis merupakan setengah dari area bumi.
"Keberadaan lubang ozon di wilayah tropis itu jadi masalah besar karena tempat itu merupakan rumah dari setengah populasi dunia," ujar Qin Bing Lu.
Baca juga : Bikin Kagum, Ini Spesifikasi Mercedes-Benz S600 Guard yang Digunakan Jokowi saat di Rusia
Dia mengatakan adanya lubang ozon merupakan tanda terjadinya penipisan laposan ozon. Hal itu akan menyebabkan peningkatan radiasi UV di permukaan tanah, yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan katarak pada manusia. Selain itu akan terjadi pelemahan sistem kekebalan manusia, menurunkan produktivitas pertanian, dan berdampak negatif pada organisme dan ekosistem perairan yang sensitif.
Lihat Juga :