Cartenz Group-JSC Kembangkan Aplikasi JEJAK Bantu Pengendalian COVID-19 di DKI
Kamis, 25 Juni 2020 - 21:32 WIB
"Harapan kami melalui aplikasi JEJAK berbagai keputusan terkait penanganan COVID-19 dapat diambil dengan cepat dan tepat," ujar CEO Cartenz Group Gito Wahyudi, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2020).
Cartenz Group, kata dia, akan terus berkolaborasi, menghadirkan inovasi serta berperan aktif dalam membantu pemerintah dalam hal pengendalian penyebaran COVID-19, dalam hal ini khususnya DKI Jakarta. Gito mengatakan, teknologi memegang peranan sangat penting di dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. "Cartenz ingin turut mengambil bagian dan pada saat yang bersamaan dapat memberikan sumbangsih untuk Indonesia," tuturnya.
Dia menambahkan, kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk dari implementasi Smart City 4.0, yaitu pemerintah menjadi kolaborator dan masyarakat dapat mengambil peran sebagai co-creator. Prinsip-prinsip pengembangan ekosistem Smart City 4.0 mulai dari mobile first, system dan data driven technology, digital experience, serta smart collaboration diterapkan dalam skema kolaborasi ini.
Di bagian lain, Direktur JSC Yudhistira Nugraha mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mengajak para akademisi, industri, media maupun masyarakat untuk berperan aktif bersama dalam menghadirkan berbagai solusi. "Khususnya pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam penanganan COVID-19 di DKI Jakarta mulai dari tahapan testing, tracing, treatment dan monitoring," pungkasnya.
Cartenz Group, kata dia, akan terus berkolaborasi, menghadirkan inovasi serta berperan aktif dalam membantu pemerintah dalam hal pengendalian penyebaran COVID-19, dalam hal ini khususnya DKI Jakarta. Gito mengatakan, teknologi memegang peranan sangat penting di dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. "Cartenz ingin turut mengambil bagian dan pada saat yang bersamaan dapat memberikan sumbangsih untuk Indonesia," tuturnya.
Dia menambahkan, kolaborasi ini merupakan salah satu bentuk dari implementasi Smart City 4.0, yaitu pemerintah menjadi kolaborator dan masyarakat dapat mengambil peran sebagai co-creator. Prinsip-prinsip pengembangan ekosistem Smart City 4.0 mulai dari mobile first, system dan data driven technology, digital experience, serta smart collaboration diterapkan dalam skema kolaborasi ini.
Di bagian lain, Direktur JSC Yudhistira Nugraha mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mengajak para akademisi, industri, media maupun masyarakat untuk berperan aktif bersama dalam menghadirkan berbagai solusi. "Khususnya pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam penanganan COVID-19 di DKI Jakarta mulai dari tahapan testing, tracing, treatment dan monitoring," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :