Sensor Angin Penjelajah Mars Rusak Dihantam Kerikil
Senin, 04 Juli 2022 - 16:55 WIB
Baca juga; Bongkar Kecanggihan Perseverance, Robot Penjelajah Mars
Menurut data Jet Propulsion Laboratory NASA di California, dua sensor angin seukuran penggaris di Perseverance dikelilingi oleh enam detektor individu yang memberikan pembacaan data akurat dari segala arah. Dari dua sensor angin utama terpasang, masing-masing dapat dibuka untuk menjauh dari rover saat melaju.
Apalagi penjelajah Mars yang berukuran seperti mobil memang memengaruhi laju angin dengan pergerakannya sendiri ketika melalui atmosfer Mars yang tipis. Seperti semua instrumen di Perseverance, sensor angin dirancang dengan mempertimbangkan redundansi dan perlindungan.
Untuk instrumen seperti MEDA, batasannya lebih menantang, karena sensor terpapar langsung pada kondisi lingkungan Mars karena untuk merekam parameter angin. Tetapi ketika angin yang lebih kuat dari yang diperkirakan mengangkat kerikil yang lebih besar dari yang diperkirakan, kombinasi tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa elemen detektor.
"Baik prediksi maupun pengalaman yang kami miliki dari misi sebelumnya tidak meramalkan angin kencang seperti itu, atau material lepas seperti itu. Ironisnya sensor rusak oleh angin, atau tepatnya oleh apa yang kita selidiki,” kata Rodriguez Manfredi.
Menurut data Jet Propulsion Laboratory NASA di California, dua sensor angin seukuran penggaris di Perseverance dikelilingi oleh enam detektor individu yang memberikan pembacaan data akurat dari segala arah. Dari dua sensor angin utama terpasang, masing-masing dapat dibuka untuk menjauh dari rover saat melaju.
Apalagi penjelajah Mars yang berukuran seperti mobil memang memengaruhi laju angin dengan pergerakannya sendiri ketika melalui atmosfer Mars yang tipis. Seperti semua instrumen di Perseverance, sensor angin dirancang dengan mempertimbangkan redundansi dan perlindungan.
Untuk instrumen seperti MEDA, batasannya lebih menantang, karena sensor terpapar langsung pada kondisi lingkungan Mars karena untuk merekam parameter angin. Tetapi ketika angin yang lebih kuat dari yang diperkirakan mengangkat kerikil yang lebih besar dari yang diperkirakan, kombinasi tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa elemen detektor.
"Baik prediksi maupun pengalaman yang kami miliki dari misi sebelumnya tidak meramalkan angin kencang seperti itu, atau material lepas seperti itu. Ironisnya sensor rusak oleh angin, atau tepatnya oleh apa yang kita selidiki,” kata Rodriguez Manfredi.
Lihat Juga :