Sensor Angin Penjelajah Mars Rusak Dihantam Kerikil
Senin, 04 Juli 2022 - 16:55 WIB
Sensor angin di stasiun cuaca rover penjelajah Mars rusak dihantam kerikil yang diterbangkan angin kencang. Foto/NASA
FLORIDA - Sensor angin di stasiun cuaca rover penjelajah Mars rusak dihantam kerikil yang diterbangkan angin kencang . Meskipun masih bisa digunakan, namun kerusakan tersebut mengakibatkan penurunan sensitivitas kinerja sensor.
Penjelajah Perseverance mendarat di Planet Mars pada Februari 2021 dengan membawa, beberapa instrumen, di antaranya stasiun cuaca Mars Environmental Dynamics Analyzer (MEDA). Instrumen itu mencakup dua sensor angin yang mengukur kecepatan dan arah, di antara beberapa sensor lain yang menyediakan metrik cuaca seperti kelembapan, radiasi, dan suhu udara.
Peneliti utama MEDA Jose Antonio Rodriguez Manfredi mengatakan, kerikil yang terbawa hembusan kuat Planet Merah baru-baru ini merusak salah satu sensor angin. Namun, stasiun cuaca MEDA masih dapat melacak angin di area pendaratannya di Kawah Jezero, meskipun sensitivitasnya menurun.
“Saat ini, sensor berkurang kemampuannya, tetapi masih memberikan data besaran kecepatan dan arah (angin). Seluruh tim sekarang menyetel ulang prosedur pengambilan (data) untuk mendapatkan akurasi dari pembacaan detektor yang tidak rusak,” tulis Rodriguez Manfredi, ilmuwan di Pusat Astrobiologi Spanyol di Madrid, kepada Space.com, Senin (4/7/2022).
Penjelajah Perseverance mendarat di Planet Mars pada Februari 2021 dengan membawa, beberapa instrumen, di antaranya stasiun cuaca Mars Environmental Dynamics Analyzer (MEDA). Instrumen itu mencakup dua sensor angin yang mengukur kecepatan dan arah, di antara beberapa sensor lain yang menyediakan metrik cuaca seperti kelembapan, radiasi, dan suhu udara.
Peneliti utama MEDA Jose Antonio Rodriguez Manfredi mengatakan, kerikil yang terbawa hembusan kuat Planet Merah baru-baru ini merusak salah satu sensor angin. Namun, stasiun cuaca MEDA masih dapat melacak angin di area pendaratannya di Kawah Jezero, meskipun sensitivitasnya menurun.
“Saat ini, sensor berkurang kemampuannya, tetapi masih memberikan data besaran kecepatan dan arah (angin). Seluruh tim sekarang menyetel ulang prosedur pengambilan (data) untuk mendapatkan akurasi dari pembacaan detektor yang tidak rusak,” tulis Rodriguez Manfredi, ilmuwan di Pusat Astrobiologi Spanyol di Madrid, kepada Space.com, Senin (4/7/2022).
Lihat Juga :