Apple dan Google Didesak Hapus TikTok, Disebut Jadi Mata-mata China

Rabu, 29 Juni 2022 - 21:43 WIB
”Jelas bahwa TikTok menimbulkan risiko keamanan nasional yang tidak dapat diterima karena pengumpulan datanya yang ekstensif dikombinasikan dengan akses Beijing yang tampaknya tidak terkendali ke data sensitif,” ungkap Brendan Carr, dilansir dari Engadget, Rabu (29/6).

Apple dan Google sendiri telah diberi waktu hingga 8 Juli 2022 untuk menjelaskan mengapa mereka tidak menghapus TikTok dari toko aplikasi mereka. Perintah ini dilayangkan Brendan Carr lewat surat tertanggal 24 Juni 2022 dengan kop surat FCC.

Sementara TikTok membantah apa yang dituduhkan selama ini. Sebagai bentuk perlawanan, TikTok menerangkan bahwa mereka memigrasikan 100 persen lalu lintas pengguna AS ke Oracle Cloud Infrastructure yang baru, bukan seperti yang dituduhkan.

BACA JUGA: TSMC Naikan Harga Chipset, 2023 Bakal Sulit Cari Smartphone Murah

Untuk diketahui, sejauh ini hanya Brendan Carr yang melayangkan surat ke Apple dan Google untuk menghapus TikTok dari toko aplikasi mereka. Sementara komisaris FCC lainnya tidak terlibat. Tidak jelas juga kenapa bisa terkesan tidak ada kekompakan di lembaga FCC.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!