3 Kota Metropolis di Dunia Ini Bakal Diterjang Tsunami Prediksi UNESCO

Senin, 27 Juni 2022 - 09:51 WIB
Studi itu menyebutkan frekuensi banjir akibat tsunami naik 1,2 hingga 2,4 kali untuk kenaikan permukaan laut 45 centimeter. Selain itu kondisi yang sama juga naik dari 1,5 menjadi 4,7 kali untuk kenaikan 90 centimeter.

Baca juga : Unik, Polisi Filipina Jadikan Toyota Innova sebagai Mobil Patroli

Bernardo Aliaga peneliti tsunami dari UNESCO menyebutkan peristiwa tsunami yang terjadi pada 2004 dan 2011 merupakan alarm akan bahaya tsunami bagi masyarakat pesisir. Sejak peristiwa itu teknologi semakin ditingkatkan. Begitu juga upaya prediksi tsunami yang semakin canggih.

Saat ini menurut Bernardo Aliaga, sudah ada 12 pusat peringatan tsunami di dunia. Lima di antaranya dibangun di kawasan laut Mediterania dan timur laut Samudra Atlantik.

Hanya saja hal itu justru membuat banyak masyarakat pesisir Mediterania meremehkan potensi datangnya tsunami. Padahal kesiapan masyarakat dalam menghadapi tsunami sangat menentukan keselamatan semua orang. "Kami ingin 100 persen masyarakat, yang tinggal di wilayah berpotensi tinggi, 100 persen siap. Mereka harus memiliki peta evakuasi, latihan dan 24 jam waspada akan hadirnya bahaya," ujar Bernardo Aliaga.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!