Sekelompok Ilmuwan Percaya Manusia Bisa Bernafas dari Bokong
Kamis, 23 Juni 2022 - 05:03 WIB
Hewan-hewan itu kemudian ditempatkan di ruangan yang kekurangan oksigen. Hewan yang tidak bisa bernapas dan tidak mendapat ventilasi usus mati setelah sekitar 11 menit.
Hewan yang mendapat ventilasi usus tanpa menggosok usus berlangsung hampir dua kali lebih lama, yaitu sekitar 18 menit. Ini menunjukkan ada sedikit udara yang dihirup.
“Akhirnya, 75 persen hewan yang ususnya telah digosok dan menerima oksigen bertekanan di rektum mampu bertahan selama satu jam. Ini adalah seluruh periode waktu percobaan, ”kata laporan itu.
Kondisi tersebut membuktikan bahwa tikus dan babi mampu bernapas melalui usus dalam kondisi yang tepat. Hasil penelitian membuat para ilmuwan percaya bahwa spesies mamalia lain termasuk manusia dapat melakukannya.
Namun, sejauh ini tidak ada tes yang dilakukan pada manusia dan tidak dapat dipastikan apakah para ilmuwan memiliki rencana untuk melakukannya.
Hewan yang mendapat ventilasi usus tanpa menggosok usus berlangsung hampir dua kali lebih lama, yaitu sekitar 18 menit. Ini menunjukkan ada sedikit udara yang dihirup.
“Akhirnya, 75 persen hewan yang ususnya telah digosok dan menerima oksigen bertekanan di rektum mampu bertahan selama satu jam. Ini adalah seluruh periode waktu percobaan, ”kata laporan itu.
Kondisi tersebut membuktikan bahwa tikus dan babi mampu bernapas melalui usus dalam kondisi yang tepat. Hasil penelitian membuat para ilmuwan percaya bahwa spesies mamalia lain termasuk manusia dapat melakukannya.
Namun, sejauh ini tidak ada tes yang dilakukan pada manusia dan tidak dapat dipastikan apakah para ilmuwan memiliki rencana untuk melakukannya.
(wbs)
Lihat Juga :