Bergabung dalam Perburuan UFO, NASA Diberi Waktu 9 Bulan untuk Jelaskan secara Ilmiah

Jum'at, 10 Juni 2022 - 14:28 WIB
Dalam studi baru ini NASAmenyebutkan bukan bagian dari Grup Sinkronisasi Identifikasi dan Manajemen Objek Lintas Udara (AOIMSG) Pentagon atau pendahulunya, Gugus Tugas Fenomena Udara Tak Dikenal (UAPTF). Tim yang dibentuk NASA akan dipimpin oleh ahli astrofisika David Spergel dan Asisten Deputi Administrator Asosiasi untuk Penelitian di Direktorat Misi Sains NASA Daniel Evans.

“Mengingat kurangnya pengamatan, tugas pertama kami hanyalah mengumpulkan kumpulan data paling kuat yang kami bisa. Kami akan mengidentifikasi data apa saja yang ada, dari warga sipil, pemerintah, organisasi nirlaba, dan perusahaan, yang harus kami kumpulkan kemudian mencari cara terbaik untuk menganalisisnya,” kata Spergel dalam sebuah pernyataan dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Jumat (10/6/2022).

Baca juga; NASA Sebut Belum Ada Bukti UFO Berasal dari Luar Bumi

Sebelumnya, para pejabat NASA menekankan bahwa tidak ada bukti bahwa fenomena udara tak dikenal (UAP) berasal dari luar bumi. Meskipun kasus ini menarik bagi pemerintah AS dengan alasan keamanan nasional dan keselamatan udara.

Kesaksian ahli pertahanan pada sidang Mei menggambarkan bagaimana UAP terlibat dalam 11 tabrakan hampir dengan pesawat militer AS. Subkomite juga mendengar bahwa beberapa pertemuan bahkan dikabarkan telah terjadi di atas fasilitas nuklir yang sensitif, seperti dugaan insiden di Pangkalan Angkatan Udara Malmstrom di Montana yang melihat 10 rudal balistik antarbenua (ICBM) nuklir tidak dapat dioperasikan setelah bola merah menyala terlihat di atas kepala.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!