Ngeri, Manusia Bakal Perang dengan 4 Kelompok Alien di Bima Sakti
Minggu, 05 Juni 2022 - 08:00 WIB
Perang antara manusia dan 4 kelompok alien dalam penelitian Alberto Caballero justru tidak lebih berbahaya dibanding asteroid yang menabrak bumi. Foto/Live Science
JAKARTA - Sebuah tulisan ilmiah berjudul "Memperkirakan Prevalensi Kejahatan Peradaban Luar Bumi" yang dibuat Alberto Caballero oleh peneliti dari University of Vigo, Spanyol, menyebutkan adanya potensi perang antara manusia dengan 4 kelompok alien di bima sakti. Penelitian yang terunggah di ruang publikasi ilmiah arXiv itu menyebutkan adanya potensi kontak antara manusia dengan kelompok alien.
Alberto Caballero mengawali penelitian itu dengan background yang unik. Sepanjang sejarah manusia, invasi ke negara-negara lain selalu terjadi. Jika memang dimungkinkan menginvasi ke planet-planet lain yang ada di tata surya Bima Sakti juga akan dilakukan.
“Makalah ini mencoba memberikan perkiraan prevalensi peradaban luar angkasa adanya kemungkinan bahwa kita, sebagai peradaban manusia, akan menyerang planet ekstrasurya yang berpenghuni,” tulis Alberto Caballero.
Dalam makalah itu Anton Caballero menghitung jumlah negara yang menginvasi negara lain sepanjang tahun 1915 hingga 2022. Dia menemukan bahwa total 51 dari 195 negara di dunia telah melakukan invasi selama periode itu. Kemudian, dia menimbang probabilitas setiap negara untuk meluncurkan invasi berdasarkan persentase negara itu dari pengeluaran militer global.
Alberto Caballero mengawali penelitian itu dengan background yang unik. Sepanjang sejarah manusia, invasi ke negara-negara lain selalu terjadi. Jika memang dimungkinkan menginvasi ke planet-planet lain yang ada di tata surya Bima Sakti juga akan dilakukan.
“Makalah ini mencoba memberikan perkiraan prevalensi peradaban luar angkasa adanya kemungkinan bahwa kita, sebagai peradaban manusia, akan menyerang planet ekstrasurya yang berpenghuni,” tulis Alberto Caballero.
Dalam makalah itu Anton Caballero menghitung jumlah negara yang menginvasi negara lain sepanjang tahun 1915 hingga 2022. Dia menemukan bahwa total 51 dari 195 negara di dunia telah melakukan invasi selama periode itu. Kemudian, dia menimbang probabilitas setiap negara untuk meluncurkan invasi berdasarkan persentase negara itu dari pengeluaran militer global.
Lihat Juga :