Dianggap Berbahaya China Didesak untuk Hancurkan Jaringan Satelit Starlink
Jum'at, 03 Juni 2022 - 13:41 WIB
"Kombinasi metode penghancuran 'lunak' dan 'monyet' harus digunakan untuk menonaktifkan fungsionalitas sejumlah satelit Starlink dan sistem operasinya," menurut terjemahan makalah studi yang diterbitkan dalam jurnal Modern Defense Technology.
Studi ini dipimpin oleh Ren Yuanzhen sebagai peneliti di Institut Pemantauan dan Telekomunikasi Beijing yang didanai China.
Para peneliti studi mencatat bahwa Starlink memiliki kerja sama yang erat dengan militer Amerika Serikat (AS). Militer AS juga mendanai tes untuk melihat seberapa jauh satelit dapat berkomunikasi dengan pesawat militer menggunakan kode rahasia.
“Pada Mei 2020, militer AS menandatangani perjanjian dengan SpaceX mengenai penggunaan broadband Starlink untuk mengirimkan data melalui jaringan militer. Pada Oktober 2020, SpaceX memenangkan kontrak senilai USD150 juta untuk mengembangkan satelit untuk penggunaan militer.
Seperti yang ditampilkan dalam perang di Ukraina, jaringan satelit Starlink mampu menyediakan infrastruktur penting untuk komunikasi selama perang
Studi ini dipimpin oleh Ren Yuanzhen sebagai peneliti di Institut Pemantauan dan Telekomunikasi Beijing yang didanai China.
Para peneliti studi mencatat bahwa Starlink memiliki kerja sama yang erat dengan militer Amerika Serikat (AS). Militer AS juga mendanai tes untuk melihat seberapa jauh satelit dapat berkomunikasi dengan pesawat militer menggunakan kode rahasia.
“Pada Mei 2020, militer AS menandatangani perjanjian dengan SpaceX mengenai penggunaan broadband Starlink untuk mengirimkan data melalui jaringan militer. Pada Oktober 2020, SpaceX memenangkan kontrak senilai USD150 juta untuk mengembangkan satelit untuk penggunaan militer.
Seperti yang ditampilkan dalam perang di Ukraina, jaringan satelit Starlink mampu menyediakan infrastruktur penting untuk komunikasi selama perang
(wbs)
Lihat Juga :