Ditanya Keamanan Data, Menkominfo Sebut Tanggung Jawab Ada di BSSN

Senin, 22 Juni 2020 - 20:52 WIB
"Tetapi kita perlu melakukan koordinasi dan evaluasi seperti apa sebenarnya kalau dilakukan yang disebut dengan audit forensik data. Secara teknis, audit forensik data membutuhkan waktu dan kemampuan teknis yang tinggi, dan tidak mungkin diselesaikan dalam 1-2 hari," pungkasnya.

Untuk diketahui, basis data pasien COVID-19 diretas dan dijual bebas oleh para hacker melalui dark web. Sebanyak 230.000 data Covid-19 Indonesia ditawarkan di forum online RaidForums.

Akun penjual bernama Database Shopping mengaku basis data tersebut telah bocor pada 20 Mei 2020. "I sell it to the enthusiast," tulis si penjual data COVID-19 Indonesia.

Menurut pantauan SINDOnews, Sabtu (20/6/2020), basis data yang dijual oleh peretas terdiri dari berbagai hal. Mulai dari nama, umur, jenis kelamin, kewarganegaraan, nomor telepon, alamat tinggal, nomor identitas.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!