Fosil Dinosaurus Naga Kematian Ditemukan di Argentina, Punya Lebar Sayap 9 Meter
Kamis, 26 Mei 2022 - 16:48 WIB
Ahli paleontologi Leonardo D. Ortiz David berdiri di samping rekonstruksi Thanatosdrakon seukuran aslinya di Laboratorium dan Museum Dinosaurus di Universitas Nasional Cuyo di Mendoza, Argentina. Foto/Leonardo D. Ortiz David/LiveScience
BUENO AIRES - Spesies pterosaurus terbesar di Amerika Selatan, fosilnya ditemukan para peneliti Argentina di Formasi Plottier, provinsi Mendoza. Thanatosdrakon yang dijuluki Naga Kematian, merupakan pterosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Amerika Selatan.
Lebar sayap kedua spesimen tersebut masing-masing berukuran sekitar 7 meter dan lebar 9 meter. Para peneliti mengkonfirmasi bahwa mereka adalah azhdarchids, keluarga pterosaurus yang hidup pada akhir periode Cretaceous (sekitar 146 juta hingga 66 juta tahun yang lalu).
“Azhdarchids dikenal karena tengkorak mereka yang sangat besar, kadang-kadang lebih besar dari tubuhnya. Mereka punya leher yang sangat panjang dan tubuh yang pendek dan kuat,” kata Leonardo D Ortiz David, dari Laboratorium dan Museum Dinosaurus Argentina di Mendoza, kepada Live Science yang dikutip SINDOnews, Kamis (26/5/2022).
Baca juga; Arkeolog Gali Fosil Dinosaurus Terbesar Berusia 98 Juta Tahun di Argentina
Para ilmuwan mengidentifikasi pterosaurus sebagai dua individu dalam spesies Thanatosdrakon amaru. Ini adalah satu-satunya spesies dalam genus, yang berarti Naga Kematian, dalam bahasa Yunani. Nama spesies, Amaru diterjemahkan sebagai Ular Terbang dari bahasa Quechuan, yang mengacu pada Amaru, dewa Inca berkepala dua.
Lebar sayap kedua spesimen tersebut masing-masing berukuran sekitar 7 meter dan lebar 9 meter. Para peneliti mengkonfirmasi bahwa mereka adalah azhdarchids, keluarga pterosaurus yang hidup pada akhir periode Cretaceous (sekitar 146 juta hingga 66 juta tahun yang lalu).
“Azhdarchids dikenal karena tengkorak mereka yang sangat besar, kadang-kadang lebih besar dari tubuhnya. Mereka punya leher yang sangat panjang dan tubuh yang pendek dan kuat,” kata Leonardo D Ortiz David, dari Laboratorium dan Museum Dinosaurus Argentina di Mendoza, kepada Live Science yang dikutip SINDOnews, Kamis (26/5/2022).
Baca juga; Arkeolog Gali Fosil Dinosaurus Terbesar Berusia 98 Juta Tahun di Argentina
Para ilmuwan mengidentifikasi pterosaurus sebagai dua individu dalam spesies Thanatosdrakon amaru. Ini adalah satu-satunya spesies dalam genus, yang berarti Naga Kematian, dalam bahasa Yunani. Nama spesies, Amaru diterjemahkan sebagai Ular Terbang dari bahasa Quechuan, yang mengacu pada Amaru, dewa Inca berkepala dua.
Lihat Juga :