Begini Cara Kerja Pesawat Luar Angkasa Bertenaga Nuklir, Dirancang Mampu Jelajahi Bulan dan Mars
Rabu, 11 Mei 2022 - 18:55 WIB
Proposal tersebut akan mendukung program DRACO, untuk mengembangkan sistem propulsi termal nuklir (NTP) yang akan digunakan untuk menjelajahi ruang angkasa antara Bumi-bulan. DRACO adalah bagian dari dorongan militer AS yang lebih besar untuk mengawasi ruang cislunar (Bumi-bulan) karena aktivitas pemerintah dan komersial meningkat di sektor ini dalam dekade mendatang.
Sistem NTP bekerja dengan menggunakan reaktor fisi. Reaktor memanaskan hidrogen atau propelan lain ke suhu yang sangat tinggi, kemudian mengeluarkan gas super panas dari nozel untuk menciptakan daya dorong.
Dibandingkan dengan sistem propulsi listrik, NTP memiliki rasio dorong-terhadap-berat sekitar 10.000 kali lebih tinggi. “Dan dibandingkan dengan roket kimia tradisional, efisiensi propulsi (atau impuls spesifik) NTP kira-kira dua hingga lima kali lebih tinggi,” tulis pejabat DARPA dalam deskripsi program DRACO.
Baca juga; Persingkat Perjalanan ke Mars, NASA Lirik Teknologi Nuklir untuk Roket Antariksa
Fase 1 untuk Draco termasuk penghargaan pada April 2021 untuk General Atomics, Blue Origin dan Lockheed Martin. Fase ini dijadwalkan berlangsung selama 18 bulan di dua jalur independen.
Sistem NTP bekerja dengan menggunakan reaktor fisi. Reaktor memanaskan hidrogen atau propelan lain ke suhu yang sangat tinggi, kemudian mengeluarkan gas super panas dari nozel untuk menciptakan daya dorong.
Dibandingkan dengan sistem propulsi listrik, NTP memiliki rasio dorong-terhadap-berat sekitar 10.000 kali lebih tinggi. “Dan dibandingkan dengan roket kimia tradisional, efisiensi propulsi (atau impuls spesifik) NTP kira-kira dua hingga lima kali lebih tinggi,” tulis pejabat DARPA dalam deskripsi program DRACO.
Baca juga; Persingkat Perjalanan ke Mars, NASA Lirik Teknologi Nuklir untuk Roket Antariksa
Fase 1 untuk Draco termasuk penghargaan pada April 2021 untuk General Atomics, Blue Origin dan Lockheed Martin. Fase ini dijadwalkan berlangsung selama 18 bulan di dua jalur independen.
Lihat Juga :