Sinyal GPS Dapat Deteksi Tsunami Lebih Baik dan Cepat dibanding Sensor Gelombang Seismik

Sabtu, 07 Mei 2022 - 09:22 WIB
Saat udara didorong ke atas, gelombang akustik bergerak sampai ke ionosfer, sekitar 186 mil di atas bumi, memperbesar skala saat bergerak. Di sana, kerapatan elektron di ionosfer berkurang oleh gelombang, yang secara langsung memengaruhi sinyal radio yang dikirim dari satelit GPS ke penerima di darat.

Baca juga : Uniknya Isi Pesan NASA buat Alien, dari Gambar Manusia Telanjang hingga Ilustrasi Bumi

Ini berbeda dengan sensor gelombang seismik. Saat ini, peringatan tsunami dikeluarkan berdasarkan aktivitas seismik. Peringatan tersebut belum tentu sangat akurat, hanya menunjukkan bahwa tsunami mungkin terjadi di beberapa titik dalam waktu dekat, tetapi memberikan sedikit detail lainnya.

“Pada tahun 2011, sistem peringatan Jepang meremehkan tinggi gelombang. Peringatan yang lebih baik mungkin telah menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerusakan luas yang terjadi, memungkinkan orang untuk naik ke tempat yang lebih tinggi dan lebih jauh dari laut,” kata Profesor Serge Guillas dari Ilmu Statistik UCL dan Institut Alan Turing dan penulis senior makalah tersebut.

Profesor Serge Guillas melanjutkan metode penggunaan GPS untu deteksi tsunami itu akan sangat mudah digunakan. Pasalnya jaringan GPS sudah banyak tersedia di berbagai wilayah di dunia. Tidak heran jika menurutnya metode itu tidak membutuhkan biaya yang sangat mahal. Metode ini dapat diimplementasikan di seluruh dunia dan melengkapi cara lain untuk mendeteksi tsunami guna meningkatkan akurasi," tegasnya.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!