NASA Siap Amati Indonesia Saat Berubah Gelap di Siang Hari
Jum'at, 19 Juni 2020 - 19:09 WIB
"Kadang-kadang, akan sulit bagi yang tidak tahu untuk memahami apa yang terjadi. Dalam gerhana annular, Bulan terlalu jauh dari Bumi untuk memblokir seluruh Matahari, dan paling banyak meninggalkan cincin api di mana sinar matahari menyinari setiap tepi Bulan." tulis NASA dalam website resminya Jumat (19/6/2020).
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi.
Sementara itu, dalam laman resminya, BMKG menjelaskan, GMC terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari.
“Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya,” tulis BMKG, dikutip pada Kamis (18/6/2020).
Wilayah yang terlewati jalur cincin pada GMC pekan ini adalah Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, Cina, dan Samudera Pasifik.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi.
Sementara itu, dalam laman resminya, BMKG menjelaskan, GMC terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari.
“Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya,” tulis BMKG, dikutip pada Kamis (18/6/2020).
Wilayah yang terlewati jalur cincin pada GMC pekan ini adalah Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, Cina, dan Samudera Pasifik.
Lihat Juga :