Kontroversi Penggunaan AI untuk Pengenal Wajah Tentara yang Tewas di Medan Perang

Minggu, 17 April 2022 - 09:26 WIB
Namun, penggunaan teknologi ini di saat perang menjadi kontroversi karena menimbulkan trauma bagi keluarga dan ibu dari tentara yang gugur di medan perang. Seorang pakar pengawasan London mengatakan kepada Washington Post sulit membayangkan bagaimana mereka akan bereaksi terhadap foto berdarah anaknya yang sudah meninggal.

Beberapa pengguna media sosial menganggap itu adalah ide yang mengerikan dan menentang penggunaan AI. “Ini pada dasarnya terasa berdosa bagi saya. Ibarat Achilles menyeret Hector ke depan kota Priam,” kata seorang influencer Twitter anonim dengan 30.000 pengikut tentang berita tersebut.

Beberapa menyarankan penggunaan teknologi ini untuk tujuan yang lebih manusiawi. Misalnya, untuk memberikan semacam laporan mingguan terhadap korban tak dikenal yang hilang kepada keluarga yang kesulitan mencarinya. Sebab, perangkat Clear AI cukup kuat, sehingga dapat memberikan layanan kepada masyarakat yang bahkan tidak yakin apakah orang yang mereka cintai masih hidup.

Baca juga; Zelensky: 3.000 Tentara Ukraina Terbunuh, 20.000 Tentara Rusia Tewas
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!