Aktivitas Matahari Meningkat, Gelombang Plasma Raksasa Menghantam Merkurius

Jum'at, 15 April 2022 - 14:45 WIB
Tidak seperti Bumi, bagaimanapun, Merkurius tidak memiliki medan magnet yang sangat kuat. Fakta ini, ditambah dengan kedekatannya dengan ejeksi plasma matahari, berarti planet ini telah lama kehilangan atmosfer permanen. Atom-atom yang tersisa di Merkurius terus-menerus hilang ke luar angkasa, membentuk ekor seperti komet dari materi yang dikeluarkan di belakang planet.

Namun angin matahari dan gelombang pasang partikel dari CME terus-menerus mengisi kembali sejumlah kecil atom Merkurius. Aktivitas ini membuatnya berfluktuasi, lapisan atmosfer yang tipis.

Sebelumnya, para ilmuwan tidak yakin apakah medan magnet Merkurius cukup kuat untuk memicu badai geomagnetik. Namun, penelitian yang diterbitkan dalam dua makalah di jurnal Nature Communications and Science China Technological Sciences pada bulan Februari telah membuktikan bahwa medan magnet memang cukup kuat.

Baca juga; Dampak Letusan Matahari, 2 Badai Geomagnetik Akan Hantam Bumi

Makalah pertama menunjukkan bahwa Merkurius memiliki arus cincin yang mampu memicu badai geomagnetik. Arus cincin merupakan aliran partikel bermuatan berbentuk donat yang mengalir di sekitar garis medan antara kutub planet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!