5.000 Virus Baru Ditemukan di Lautan, Paling Banyak di Perairan Beriklim Tropis
Senin, 11 April 2022 - 21:30 WIB
"Ada begitu banyak keragaman baru di sini - dan seluruh filum [baru], Taraviricota, ditemukan di seluruh lautan, yang menunjukkan bahwa mereka penting secara ekologis," kata Matthew Sullivan, seorang profesor mikrobiologi di The Ohio State University , dikutip SINDOnews dari laman Live Science , Senin (11/4/2022).
Baca juga; Uniknya Laguna 2 Warna di Kota Pelabuhan Torrevieja Spanyol
Sullivan menuturkan, studi virus RNA biasanya difokuskan pada yang menyebabkan penyakit. Sebab, beberapa virus RNA yang terkenal menyebabkan influenza, Ebola, dan virus corona yang menyebabkan COVID-19.
“Tapi ini hanyalah potongan kecil virus RNA di Bumi. Kami ingin mempelajarinya secara sistematis dalam skala yang sangat besar dan menjelajahi lingkungan yang belum pernah dilihat secara mendalam, kata Sullivan.
Baca juga; Uniknya Laguna 2 Warna di Kota Pelabuhan Torrevieja Spanyol
Sullivan menuturkan, studi virus RNA biasanya difokuskan pada yang menyebabkan penyakit. Sebab, beberapa virus RNA yang terkenal menyebabkan influenza, Ebola, dan virus corona yang menyebabkan COVID-19.
“Tapi ini hanyalah potongan kecil virus RNA di Bumi. Kami ingin mempelajarinya secara sistematis dalam skala yang sangat besar dan menjelajahi lingkungan yang belum pernah dilihat secara mendalam, kata Sullivan.
(wib)
Lihat Juga :