Filipina Korban Tertinggi Kejahatan Phishing, Indonesia No 4

Minggu, 03 April 2022 - 07:35 WIB
Tahun lalu, Indonesia mengalami penurunan pangsa pengguna yang terkena upaya serangan sebesar 3,9% dibanding 11,60% pada 2020. Meski demikian, “jumlah serangan phishing yang menurun tidak berarti data dan keuangan online kita lebih aman,” ujar Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.

”Tahun lalu, kami telah mengamati penurunan di berbagai jenis ancaman seperti malware seluler dan phishing. Ini karena ‘spray and pray’ atau Teknik penyebaran random bukan lagi metode yang disukai para penjahat dunia maya,” tutur Yeo.

Data Kaspersky menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber lebih memilih pendekatan yang lebih bertarget. ”Mereka akna menyelaraskan serangan dengan tren dan hari besar lokal terkini misalnya, dan bahkan membuat email phishing atau situs web palsu yang dipersonalisasi, dan mengirimkannya ke target yang diinginkan.” kata Yeo.

Toko online, bank, dan sistem pembayaran online adalah organisasi yang paling sering diimitasi oleh para phisher. Yeo menyebut bahwa permintaan belanja online masih tetap tinggi di 2021. Hal ini sejalan dengan tren phishing. Analisis Kaspersky mengungkap jenis-jenis serangan phishing yang paling sering dilakukan:

1. Meniru toko online (17,61%).

2. Meniru portal Internet global (17,27%)

3. Pembayaran (13,11%)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!