Sejarah Bom Nuklir

Senin, 28 Maret 2022 - 18:12 WIB
Amerika Serikat (AS) menggunakan bom nuklir pertama kalinya ketika mengebom dua kota di Jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki. Pada 6 Agustus 1945, bom uranium dijatuhkan di Hiroshima. Bom ini diberi nama Little Boy. Little Boy meledak dengan kekuatan sekitar 13 kiloton, meratakan lima mil persegi kota dan membunuh 80.000 orang seketika.

Baca juga; Ini Efek Bom Nuklir yang Diledakkan dalam Laut

Selain itu, puluhan ribu lainnya meninggal karena paparan radiasi. Lalu pada 9 Agustus 1945, bom Fat Man dijatuhkan di Nagasaki. Bom Fat Man ini merupakan bom plutonium. Akibat dijatuhkannya bom Fat Man ini, 40.000 orang tewas.

Pengeboman dua kota di Jepang tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat sebagai bentuk pembalasan. Diketahui, pada 7 Desember 1941, Jepang telah menyerang pangkalan laut terbesar Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbor, Hawaii.

Pihak Amerika Serikat (AS) pun marah, akhirnya menyerang Jepang. Serangan yang mengakibatkan ratusan ribu orang tewas ini menjadi pemicu berakhirnya Perang Dunia II.

Baca juga; Mengenal Mesin Tokamak Terbesar di Dunia, Penghasil Energi Listrik dari Reaksi Fusi Nuklir

Kemudian pada 1961, Tsar Bomba diuji ledak. Tsar Bomba merupakan bom nuklir yang dikembangkan Uni Soviet di era perang dingin. Mempunyai nama asli RDS-220, bom ini dikenal juga dengan sebutan Big Ivan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!