Bisa Picu Kiamat, Peristiwa Geologis Dahsyat Terjadi 27,5 Juta Tahun Sekali
Minggu, 27 Maret 2022 - 23:29 WIB
Sebuah studi yang diterbitkan pada akhir 2020 oleh penulis yang sama menyarankan bahwa tanda 27,5 juta tahun ini adalah saat kepunahan massal terjadi.
Ahli geologi tektonik dari University of Adelaide, Alan Collins menjelaskan bahwa dalam studi terbaru ini, banyak peristiwa yang dilihat tim adalah kausal, artinya yang satu secara langsung menyebabkan yang lain.
BACA JUGA: Ban Belakang Motor Lebih Cepat Botak, Ternyata Ini Penyebabnya
Tetapi jika Bumi benar-benar memiliki 'detak jantung' geologis, itu mungkin karena ada sesuatu yang menggerakannya di dalam Bumi.
"Denyut siklus tektonik dan perubahan iklim ini mungkin merupakan hasil dari proses geofisika yang terkait dengan dinamika lempeng tektonik dan lapisan mantel bumi," katanya.
Bisa juga, denyut tektonik itu disebabkan oleh siklus astronomi yang terkait dengan gerakan Bumi di Tata Surya dan Galaksi.
Ahli geologi tektonik dari University of Adelaide, Alan Collins menjelaskan bahwa dalam studi terbaru ini, banyak peristiwa yang dilihat tim adalah kausal, artinya yang satu secara langsung menyebabkan yang lain.
BACA JUGA: Ban Belakang Motor Lebih Cepat Botak, Ternyata Ini Penyebabnya
Tetapi jika Bumi benar-benar memiliki 'detak jantung' geologis, itu mungkin karena ada sesuatu yang menggerakannya di dalam Bumi.
"Denyut siklus tektonik dan perubahan iklim ini mungkin merupakan hasil dari proses geofisika yang terkait dengan dinamika lempeng tektonik dan lapisan mantel bumi," katanya.
Bisa juga, denyut tektonik itu disebabkan oleh siklus astronomi yang terkait dengan gerakan Bumi di Tata Surya dan Galaksi.
(ysw)
Lihat Juga :