Lebih Aman dari Kondom, Pil KB Pria Siap Diuji Pada Manusia
Minggu, 27 Maret 2022 - 15:40 WIB
Laporan tersebut menyebutkan bahwa, meskipun ada banyak pilihan bagi wanita untuk mengontrol siklus menstruasi, sejauh ini hanya ada dua pilihan efektif yang tersedia untuk mencegah kehamilan bagi pria yaitu kondom dan vasektomi.
Tetapi kondom hanya digunakan sekali, dan vasektomi tidak mudah dibalik, sehingga para peneliti bekerja untuk mengembangkan alat kontrasepsi pria yang efektif, tahan lama, dan dapat dibalikkan seperti pil KB untuk wanita.
Mahasiswa pascasarjana yang mempresentasikan penelitian pada pertemuan tersebut, Md Abdullah Al Noman, yang bekerja di laboratorium Profesor Gunda Georg di University of Minnesota, mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada pil semacam itu yang disetujui untuk digunakan.
Para ilmuwan telah mencoba selama beberapa dekade untuk mengembangkan kontrasepsi oral pria yang efektif, tetapi masih belum ada pil yang disetujui di pasaran.
Sebagian besar penelitian (pil untuk pria) yang sedang menjalani uji klinis menargetkan hormon seks pria testosteron, yang dapat menyebabkan efek samping seperti penambahan berat badan, depresi dan peningkatan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (dikenal sebagai LDL)
Tetapi kondom hanya digunakan sekali, dan vasektomi tidak mudah dibalik, sehingga para peneliti bekerja untuk mengembangkan alat kontrasepsi pria yang efektif, tahan lama, dan dapat dibalikkan seperti pil KB untuk wanita.
Mahasiswa pascasarjana yang mempresentasikan penelitian pada pertemuan tersebut, Md Abdullah Al Noman, yang bekerja di laboratorium Profesor Gunda Georg di University of Minnesota, mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada pil semacam itu yang disetujui untuk digunakan.
Para ilmuwan telah mencoba selama beberapa dekade untuk mengembangkan kontrasepsi oral pria yang efektif, tetapi masih belum ada pil yang disetujui di pasaran.
Sebagian besar penelitian (pil untuk pria) yang sedang menjalani uji klinis menargetkan hormon seks pria testosteron, yang dapat menyebabkan efek samping seperti penambahan berat badan, depresi dan peningkatan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (dikenal sebagai LDL)
(wbs)
Lihat Juga :