Perang Rusia Ukraina Makin Membara, Kepala Roscosmos dan Mantan Astronot AS Saling Ejek

Rabu, 09 Maret 2022 - 11:18 WIB
Roket Soyuz seharusnya meluncurkan 36 satelit internet untuk perusahaan OneWeb yang berbasis di Inggris. "Peluncur di Baikonur memutuskan bahwa tanpa bendera beberapa negara, roket kami akan terlihat lebih indah," tulis Rogozin dalam bahasa Rusia.

Mantan astronot NASA Scott Kelly menanggapi tweet itu pada hari Minggu 6 Maret 2022. Dia menulis, "Dimon, tanpa bendera-bendera itu dan devisa yang mereka bawa, program luar angkasa Anda tidak akan berarti apa-apa. Mungkin Anda dapat menemukan pekerjaan di McDonald's jika McDonald's masih ada di Rusia."

Baca juga; Dijatuhi Sanksi dalam Konflik Ukraina, Rusia Balas Hentikan Pengiriman Mesin Roket ke AS

Rogozin tampaknya menjadi berang dan membalas dengan tweet dengan nada pedas. "Minggir, tolol! Kalau tidak, kematian ISS akan menjadi tanggung jawab Anda!" Namun, Tweet itu segera dihapus.

Kelly membalas meminta penjelasan. "Dimon, kenapa kamu menghapus tweet ini? Tidak ingin semua orang melihat anak macam apa kamu?" tulis mantan astronot itu tweeted Senin 7 Maret 2022.

"Dimon" adalah bentuk panggilan akrab dari "Dimitry,". Namun, penggunaan kata itu oleh Kelly tidak cocok karena dia tidak akrab atau punya hubungan dekat dengan Rogozin.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!