Aplikasi Pesaing Twitter Buatan India Akan Menyasar Asia Tenggara

Jum'at, 04 Februari 2022 - 14:04 WIB
Pedoman Koo secara eksplisit melarang ujaran kebencian dan konten yang diskriminatif atau menyinggung. Tetapi dengan "koos" (versi tweetnya) yang dihasilkan setiap detik, moderasi sulit dilakukan, seperti halnya pada platform media sosial lainnya, termasuk Twitter.

BACA JUGA: 20 Game Google Tersembunyi yang Bisa Dimainkan Walau Tanpa Internet

Bidawatka mengatakan masalah tersebut perlu diselesaikan dengan menggunakan teknologi daripada moderator manusia. Ini akan melibatkan komunitas pengguna untuk menandai postingan yang mereka anggap berbahaya.

Didukung oleh kesuksesan platform di Nigeria, Bidawatka berencana untuk membawa aplikasi Koo ke negara-negara di luar India di mana bahasa Inggris bukan bahasa yang dominan.

"Asia Tenggara sangat menarik karena populasi yang besar dan kurangnya penetrasi platform yang ada," kata Bidawatka.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!