Mandau Terbang, Tradisi Berburu Suku Dayak yang Tak Pernah Meleset dari Kepala
Minggu, 30 Januari 2022 - 19:02 WIB
Seperti dilansir dari Wikipedia dan berbagai sumber, Mandau adalah senjata tradisional Kalimantan, Indonesia, khususnya suku Dayak. Pada masa lalu, mayoritas penduduk asli yang tinggal di pulau Kalimantan, Dayak adalah penganut animisme.
Panjang bilah mandau ini adalah 66,5 cm dan lebarnya 3,5 cm. Ini terbuat dari baja bermata tunggal yang berat, diukir dan dipahat dengan desain berulang di sepanjang tepi.
Menurut kepercayaan, Sepertinya senjata mandau suku Dayak hampir sama dengan boomerang suku Maori yang dapat terbang dan kembali ke pemiliknya. Namun Mandau terbang lebih berbahaya dari Boomerang
Kesakralan Mandau mungkin sama dengan daerah daerah lain yang punya senjata seperti suku Jawa dengan kerisnya, Sunda dengan kujangnya, dan Aceh dengan rencong serta masih banyak daerah lainnya yangg punya senjata seperti halnya badik.
Panjang bilah mandau ini adalah 66,5 cm dan lebarnya 3,5 cm. Ini terbuat dari baja bermata tunggal yang berat, diukir dan dipahat dengan desain berulang di sepanjang tepi.
Menurut kepercayaan, Sepertinya senjata mandau suku Dayak hampir sama dengan boomerang suku Maori yang dapat terbang dan kembali ke pemiliknya. Namun Mandau terbang lebih berbahaya dari Boomerang
Kesakralan Mandau mungkin sama dengan daerah daerah lain yang punya senjata seperti suku Jawa dengan kerisnya, Sunda dengan kujangnya, dan Aceh dengan rencong serta masih banyak daerah lainnya yangg punya senjata seperti halnya badik.
(wbs)
Lihat Juga :