Serangan Siber Sudah Dimulai, Jaringan Kereta Api Belarusia Lumpuh Bikin Pasukan Rusia Tersendat
Minggu, 30 Januari 2022 - 14:43 WIB
Baca juga; Murka Hanya Diberi Helm, Ukraina Tuntut Jerman Kirim Senjata Mematikan!
Kelompok tersebut mengklaim telah mengenkripsi sebagian besar server, database, dan workstation BelZhD untuk memperlambat dan mengganggu sistem pengoperasian serta menghancurkan cadangannya. Serangan siber mempengaruhi sebagian besar operasi Kereta Api Belarusia termasuk layanan tiket dan penjadwalan dan pengiriman barang.
Seorang perwakilan dari Belarusia Cyber-Partisans mengatakan bahwa serangan siber tidak sulit untuk dilakukan karena jaringan Kereta Api Belarusia tidak diperkuat terhadap intrusi. "Jaringan ini memiliki banyak titik masuk dan tidak terisolasi dengan baik dari Internet. Para partisan dunia maya masuk dari salah satu titik ini dan kemudian membuka banyak titik masuk lainnya dari dalam," katanya dikutip SINDOnews dari laman The War Zone, Minggu (30/1/2022).
Serangan siber terjadi saat ratusan kereta yang diisi dengan peralatan dan personel militer Rusia telah tiba di Belarus sebagai bagian dari latihan militer cepat. Reuters melaporkan bahwa sejumlah besar perangkat keras Rusia, termasuk 12 pesawat tempur Su-35, dua divisi sistem rudal permukaan-ke-udara S-400, dan satu divisi sistem pertahanan udara Pantsir-S, telah tiba di Belarus dari jauh ke timur.
Kelompok tersebut mengklaim telah mengenkripsi sebagian besar server, database, dan workstation BelZhD untuk memperlambat dan mengganggu sistem pengoperasian serta menghancurkan cadangannya. Serangan siber mempengaruhi sebagian besar operasi Kereta Api Belarusia termasuk layanan tiket dan penjadwalan dan pengiriman barang.
Seorang perwakilan dari Belarusia Cyber-Partisans mengatakan bahwa serangan siber tidak sulit untuk dilakukan karena jaringan Kereta Api Belarusia tidak diperkuat terhadap intrusi. "Jaringan ini memiliki banyak titik masuk dan tidak terisolasi dengan baik dari Internet. Para partisan dunia maya masuk dari salah satu titik ini dan kemudian membuka banyak titik masuk lainnya dari dalam," katanya dikutip SINDOnews dari laman The War Zone, Minggu (30/1/2022).
Serangan siber terjadi saat ratusan kereta yang diisi dengan peralatan dan personel militer Rusia telah tiba di Belarus sebagai bagian dari latihan militer cepat. Reuters melaporkan bahwa sejumlah besar perangkat keras Rusia, termasuk 12 pesawat tempur Su-35, dua divisi sistem rudal permukaan-ke-udara S-400, dan satu divisi sistem pertahanan udara Pantsir-S, telah tiba di Belarus dari jauh ke timur.
Lihat Juga :