Viral, Rekaman Ular Sanca Menelan Seekor Impala Bulat-bulat

Jum'at, 28 Januari 2022 - 11:53 WIB
Biasanya, ular sanca batu menunggu mangsanya di antara bebatuan dan lubang gua, kemudian mendeteksi lingkungan sekitar melalui udara dengan organ indera khusus di mulutnya. Ular piton punya lidah bercabang untuk merasakan aroma mangsa terdekat dan mendeteksi perubahan halus suhu ketika hewan berdarah panas seperti impala (Aepyceros melampus) berkeliaran di dekatnya.

Ketika ular itu menyerang, mulutnya terbuka penuh 180 derajat, memungkinkannya untuk meninju mangsanya dengan mulut penuh gigi. Begitu giginya masuk ke dalam kulit, ular itu dengan cepat melingkarkan tubuhnya di sekitar binatang itu.

Serangan itu tidak benar-benar langsung membunuh mangsanya. Sebaliknya, ular piton membelit tubuhnya yang berotot di badan korbannya, mengencangkan cengkeramannya setiap kali hewan itu menarik napas, sampai pingsan. Saat waktunya makan, ular sanca menelan tangkapannya utuh, tidak peduli seberapa besar ukurannya.



Sebelum memulai proses menelan mangsanya yang sangat lambat dan menyakitkan, ular piton harus membungkus seluruh mulutnya. Berlawanan dengan pengetahuan umum, ular itu tidak benar-benar melepaskan rahangnya. Sebaliknya, rahangnya disatukan oleh serangkaian ligamen yang berperilaku seperti karet gelang tipis dan elastis.

Itu berarti ular tidak harus melepaskan setiap sisi rahangnya dari yang lain, karena tulang rahangnya hampir tidak menempel satu sama lain sejak awal. “Adaptasi ini memungkinkan bagian kiri dan kanan rahang untuk "berjalan" di sepanjang tubuh mangsa besar,” kata Johnston.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!