Danau Kivu di Rwanda-Kongo, Surga Pembunuh yang Menyimpan Rahasia Mematikan
Kamis, 27 Januari 2022 - 12:44 WIB
KivuWatt, merupakan satu-satunya pembangkit listrik di dunia, yang memanfaatkan gas yang melimpah dari Danau Kivu. Platform apung unik KivuWatt, memompa air yang jenuh mengandung karbon dioksida dan metana dari kedalaman sekitar 350 meter ke permukaan. Saat naik, air dan gas akan terpisah saat tekanan berubah.
"Ini seperti membuka sebotol soda," kata direktur KivuWatt Priysham Nundah, yang menggambarkan proyek itu sebagai perpaduan antara pembangkit listrik termal dan energi terbarukan.
Baca juga; Keunikan Danau Kembar Zerelia di Yunani, Terbentuk Akibat Tumbukan Meteorit
Metana yang diekstraksi dikirim melalui pipa ke fasilitas kedua yang terletak di darat di Rwanda, di mana gas diubah menjadi energi listrik. Karbon dioksida dipompa kembali ke danau pada kedalaman yang cukup tepat untuk memastikan keseimbangan tidak terganggu.
KivuWatt berharap dengan menghilangkan gas metana dari waktu ke waktu untuk mengurangi tekanan di dalam danau, bahkan menurunkan risiko letusan limnik. "Hanya dengan KivuWatt saja, saya tidak tahu, butuh waktu berapa abad untuk benar-benar mengurangi metana di danau," kata Martin Schmid, seorang peneliti di Institut Penelitian Air dan Lingkungan Swiss.
"Ini seperti membuka sebotol soda," kata direktur KivuWatt Priysham Nundah, yang menggambarkan proyek itu sebagai perpaduan antara pembangkit listrik termal dan energi terbarukan.
Baca juga; Keunikan Danau Kembar Zerelia di Yunani, Terbentuk Akibat Tumbukan Meteorit
Metana yang diekstraksi dikirim melalui pipa ke fasilitas kedua yang terletak di darat di Rwanda, di mana gas diubah menjadi energi listrik. Karbon dioksida dipompa kembali ke danau pada kedalaman yang cukup tepat untuk memastikan keseimbangan tidak terganggu.
KivuWatt berharap dengan menghilangkan gas metana dari waktu ke waktu untuk mengurangi tekanan di dalam danau, bahkan menurunkan risiko letusan limnik. "Hanya dengan KivuWatt saja, saya tidak tahu, butuh waktu berapa abad untuk benar-benar mengurangi metana di danau," kata Martin Schmid, seorang peneliti di Institut Penelitian Air dan Lingkungan Swiss.
(wib)
Lihat Juga :