Pecahkan Rekor, Matahari Buatan China Mampu Menyala Selama 17 Menit

Jum'at, 07 Januari 2022 - 17:00 WIB
Xianzu nampak puas mengingat dirinya adalah penanggung jawab penelitian terbaru di Tokamak Lamp Conductor Advanced Experiment (EAST), yang terletak di Institut Ilmu Fisika Hefei di provinsi Anhui.

Matahari buatan ini sudah dikembangkan China sejak 2006 tahun lalu dan mengundang ribuan peneliti terlibat dalam proyek tersebut. Para ilmuwan berharap EAST yang memanfaatkan kekuatan fusi nuklir bisa menjadi penyedia energi alternatif yang besar.

Padauji coba yang dilakukan pada Mei 2021, EAST mencatatkan panas yang sangat tinggi dan jauh melampaui panas matahari. Saat itu tercatat, EAST mencatatkan suhu puncak ingga 288 juta deraat Fahrenheit atau sekitar 120 juta derajat celcius dan menyala selama 101 detik.

Selain China, Korea Selatan juga diketahui sedang mengembangkan matahari buatan yang dilakukan Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR). Namun dalam beberapa uji coba capaian durasi waktu menyala belum begitu maksimal.

BACA JUGA: Deretan Mobil 1500 CC Paling Irit Gak Bikin Dompet Jebol
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!