Rekor Tertinggi, Suhu di Alaska Tembus 19 Derajat Celcius
Rabu, 29 Desember 2021 - 08:05 WIB
Cuaca yang lebih hangat di Alaska akibat kubah bertekanan tinggi yang stagnan di area tenggara Kepulauan Aleutian, Samudra Pasifik utara. Cuaca hangat ini menyebabkan curah hujan yang lebih tinggi di Fairbanks, Alaska, sekitar 1,93 inci. Ini terjadi karena kenaikan suhu membuat sekitar 4% air menguap ke udara.
Meningkatnya suhu di Alaska menyebabkan lapisan es menipis atau bahkan hilang, serta meningkatnya curah hujan. Kondisi suhu yang lebih panas, pada musim kering memicu kebakaran hutan. Tahun lalu, lebih dari setengah kebakaran di Alaska dimulai oleh petir. (Baca juga; Suhu Tertinggi di Siberia Tembus 38 Derajat Celcius, PBB Bunyikan Lonceng Bahaya )
Pusat Penelitian Atmosfer Nasional (NCAR) memberikan peringatan pada bulan Februari 2022, jika emisi rumah kaca tidak dikendalikan, jumlah badai petir akan meningkat tiga kali lipat. Peningkatan badai dahsyat ini akan memicu banjir bandang yang meluas, tanah longsor dan kebakaran hutan yang disebabkan oleh petir.
NCAR, bersama dengan tim ilmuwan yang dipimpin oleh para ilmuwan di Paris Sciences and Letters University, melakukan dua penelitian tentang dampak perubahan iklim di Alaska. “Studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dampak ini terhadap ekosistem dan masyarakat,” kata Basile Poujol, seorang ilmuwan dari Paris Sciences and Letters University.
Meningkatnya suhu di Alaska menyebabkan lapisan es menipis atau bahkan hilang, serta meningkatnya curah hujan. Kondisi suhu yang lebih panas, pada musim kering memicu kebakaran hutan. Tahun lalu, lebih dari setengah kebakaran di Alaska dimulai oleh petir. (Baca juga; Suhu Tertinggi di Siberia Tembus 38 Derajat Celcius, PBB Bunyikan Lonceng Bahaya )
Pusat Penelitian Atmosfer Nasional (NCAR) memberikan peringatan pada bulan Februari 2022, jika emisi rumah kaca tidak dikendalikan, jumlah badai petir akan meningkat tiga kali lipat. Peningkatan badai dahsyat ini akan memicu banjir bandang yang meluas, tanah longsor dan kebakaran hutan yang disebabkan oleh petir.
NCAR, bersama dengan tim ilmuwan yang dipimpin oleh para ilmuwan di Paris Sciences and Letters University, melakukan dua penelitian tentang dampak perubahan iklim di Alaska. “Studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dampak ini terhadap ekosistem dan masyarakat,” kata Basile Poujol, seorang ilmuwan dari Paris Sciences and Letters University.
(wib)
Lihat Juga :