Kapan Kiamat Terjadi, Begini Teori Fisikawan Universitas Harvard

Kamis, 23 Desember 2021 - 12:13 WIB
Menariknya, gelembung akhir alam semesta ini tidak akan pernah terjadi tanpa massa tertentu dari boson Higgs. Boson Higgs terkait partikel lain yang lebih berat disebut kuark atas, yang terdiri dari banyak atom. Jika quark atau partikel Higgs sedikit lebih ringan, gelembung-gelembung penghancur alam semesta ini tidak dapat terbentuk.

Sayangnya, bukan itu masalahnya, tapi butuh waktu beberapa lama gelembung destruktif akan terbentuk. Nah, untuk menentukan waktunya, Anders Andreassen punya rumus dan hitungan yang rumit, bahkan cenderung bikin pusing untuk menghitungnya. (Baca juga; 8 Prediksi Kiamat dari Pandangan Ilmu Pengetahuan )

Dia menjelaskan umur alam semesta antara 10 quinquadragintillion tahun (angka 1 dengan 139 nol di belakangnya) dan 10 octodecillion tahun (angka 1 dengan 58 nol di belakang). Makanya, Anders Andreassen bilang; “Itu adalah waktu yang sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat lama," katanya.

Dia menjelaskan waktu itu dengan rumus 10^193 (dibaca 10 pangkat 193) tahun. Rumus tersebut dapat dihitung menggunakan rumus notasi indeks. Angka 193 adalah indeks bilangan yang menunjukkan berapa kali memakai bilangan itu dalam perkalian.

“Jika 10 pangkat 193 artinya 10 dikali sebanyak 193 kali,”katanya. Namun, dia menjelaskan, “Sebelum ini terjadi, Matahari sudah terbakar dan banyak hal akan terjadi di tata surya kita.” (Baca juga; Kapal Kiamat dari Batu Bangsa Viking, Dibuat untuk Cegah Ragnarok )
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!