Astrofisikawan Perkirakan Kiamat Dimulai dari Padamnya Matahari

Senin, 20 Desember 2021 - 13:02 WIB
Testa mengatakan, bahayanya ketika matahari mulai mendingin dan bagian luarnya masih mengandung hidrogen akan menelan planet terdekat seperti Merkurius dan Venus. "Dampaknya bagi kehidupan, matahari akan melepaskan badai angin panas yang akan menghancurkan medan magnet dan atmosfer bumi ," katanya.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Geophysical Research Letters, kondisi itu juga bisa membuat air laut menguap dalam 1 hingga 1,5 miliar tahun berikutnya. Kecerahan matahari yang meningkat 10% menjelang kematiannya ini juga akan membakar bebatuan yang ada di bumi.

Matahari kemudian akan mulai menggabungkan helium yang tersisa dari fusi hidrogen menjadi karbon dan oksigen, sebelum akhirnya runtuh ke intinya. "Pada saat itu matahari akan menyusut seukuran bumi dan jauh lebih panas dan nebula akan terlihat hanya sekitar 10.000 tahun, bagi kosmik itu adalah waktu yang sangat singkat," kata Testa.

BACA JUGA: Menyusuri Jejak Honda S90, Motor Langka Incaran Kolektor

Testa mengatakan, sampai pada garis waktu ini, para ilmuwan belum mengetahui bagaimana matahari akan berevolusi menjadi bintang. "Ini sulit sebelum fusi nuklir dalam massa matahari dapat dihitung," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!