Misteri Dagon hingga Bulan Terbentuk dari Tabrakan antar Kosmis

Selasa, 09 Juni 2020 - 08:37 WIB
Yang menarik, dari arsip pengamatan Teleskop Hubble, para astronom justru menemukan awan debu yang sangat besar di Fomalhaut. Awan debu tersebut merupakan sisa puing-puing debu yang terlontar akibat tabrakan dua objek berukuran 200 km, atau selebar selat Inggris!

Serpihan debu yang terlontar ketika tabrakan terjadi membuat awan terus mengembang sampai ukuran 160 juta km. Lebih besar dari ukuran orbit Bumi di sekeliling Matahari. BACA JUGA - Keadaan Genting, NASA Deteksi Asteroid Besar Sedang Melesat Menuju Bumi

Objek yang bertabrakan dikenal sebagai planetesimal. Meskipun ada kata planet, tapi benda ini bukan planet seperti yang kita kenal. Lebih tepatnya, planetesimal adalah planet kecil yang masih muda dan terbentuk dari batuan dan es. Bentuknya juga beragam dan belum bulat seperti planet. Untuk jadi planet yang bulat, planetesimal masih harus menarik lebih banyak materi untuk bergabung.

Penemuan awan debu tersebut membuat para astronom menduga kalau selama ini yang diduga planet adalah awan. Jadi, planet Fomalhaut b atau Dagon, tidak pernah ada!

Tampaknya “exoplanet” yang diamati merupakan awan debu yang sedang mengembang akibat tabrakan dasyat dua objek es seukuran asteroid. Objek yang bertabrakan mirip dengan objek komet di Sabuk Kuiper. Ketika tabrakan terjadi, serpihan materi terlontar dan membentuk awan debu yang mengembang. Ketika partikel debu tersebar ke area yang lebih luas, awan jadi sulit dideteksi.

Menurut para astronom, tabrakan antar objek di orbit bintang Fomalhaut terjadi 200.000 tahun sekali. Tentu saja kesempatan untuk menyaksikan tabrakan di bintang ini jadi peristiwa langka. Karena itu, sisa tabrakan yang berhasil diamati ini merupakan suatu kesempatan bagus untuk memahami tabrakan kosmis!
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!