Bikin Merinding, Foto Luar Angkasa Ini Rekam Letusan Mematikan Gunung Semeru
Sabtu, 11 Desember 2021 - 16:40 WIB
Material puing yang menyapu Semeru terbukti menjadi bencana bagi penduduk desa yang tinggal di sekitar kaki gunung di Kabupaten Lumajang, khususnya Curah Kobokan. Sejumlah besar rumah hancur atau rusak, dan banyak hewan menjadi korban letusan.
Peta tersebut berasal dari gambar radar aperture sintetis (synthetic aperture radar/SAR) yang diperoleh oleh satelit Copernicus Sentinel-1, yang dioperasikan oleh Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA). (Baca juga; Pemandangan Langka, Begini Penampakan Gunung Kembar Sindoro dan Sumbing dari Luar Angkasa )
Para peneliti menggunakan sistem Advanced Rapid Imaging and Analysis (ARIA) yang awalnya dikembangkan di Jet Propulsion Laboratory NASA, California Institute of Technology, dan dimodifikasi di EOS-RS. (Baca juga; Ada Bukaan Baru Aliran Lava di Puncak Gunung Semeru, Begini Penampakannya )
Tim ARIA didukung oleh Program Bencana Ilmu Bumi NASA. Gambar NASA Earth Observatory diabadikan oleh Lauren Dauphin, menggunakan data Copernicus Sentinel yang dimodifikasi (2021) yang diproses oleh ESA dan dianalisis oleh Earth Observatory of Singapore (EOS) bekerja sama dengan NASA-JPL dan Caltech, data Landsat dari US Geological Survey.
Gunung Semeru meletus setelah sebagian kubah lava puncak runtuh pada awal Desember dan terdeteksi peningkatan aktivitas seismik. Setelah lebih banyak kubah lava Semeru runtuh, bagian atas berupa abu panas, tephra, tanah, dan puing-puing lainnya mengalir ke beberapa lembah di sisi tenggara gunung.
Peta tersebut berasal dari gambar radar aperture sintetis (synthetic aperture radar/SAR) yang diperoleh oleh satelit Copernicus Sentinel-1, yang dioperasikan oleh Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA). (Baca juga; Pemandangan Langka, Begini Penampakan Gunung Kembar Sindoro dan Sumbing dari Luar Angkasa )
Para peneliti menggunakan sistem Advanced Rapid Imaging and Analysis (ARIA) yang awalnya dikembangkan di Jet Propulsion Laboratory NASA, California Institute of Technology, dan dimodifikasi di EOS-RS. (Baca juga; Ada Bukaan Baru Aliran Lava di Puncak Gunung Semeru, Begini Penampakannya )
Tim ARIA didukung oleh Program Bencana Ilmu Bumi NASA. Gambar NASA Earth Observatory diabadikan oleh Lauren Dauphin, menggunakan data Copernicus Sentinel yang dimodifikasi (2021) yang diproses oleh ESA dan dianalisis oleh Earth Observatory of Singapore (EOS) bekerja sama dengan NASA-JPL dan Caltech, data Landsat dari US Geological Survey.
Gunung Semeru meletus setelah sebagian kubah lava puncak runtuh pada awal Desember dan terdeteksi peningkatan aktivitas seismik. Setelah lebih banyak kubah lava Semeru runtuh, bagian atas berupa abu panas, tephra, tanah, dan puing-puing lainnya mengalir ke beberapa lembah di sisi tenggara gunung.
Lihat Juga :