AS Rampungkan Konstruksi Radar Anti-Rudal Balistik, Ini Kehebatannya

Sabtu, 11 Desember 2021 - 15:44 WIB
Tujuan akhir dari program radar baru ini adalah agar Pentagon menciptakan titik pandang yang luas dan menyatukan informasi dengan baik, sehingga di mana pun rudal diluncurkan dapat segera ditemukan. Kemudian melacak, mengidentifikasikan, dan menetralisir ancaman rudal yang sesungguhnya.

“Radar LRDR akan memungkinkan Komando Utara (di Alaska) untuk mempertahankan Amerika Serikat dari ancaman rudal balistik dan hipersonik secara lebih baik,” kata Wakil Direktur MDA Laksamana Jon Hill dalam sebuah pernyataan dikutip SINDOnews dari laman breakingdefense, Sabtu (11/12/2021).

Radar LRDR disertai beberapa teknologi berbasis darat dan laut lainnya yang digunakan di seluruh dunia. Semua teknologi ini mengirim informasi kembali ke komponen Ground-based Midcourse Defense (GMD) Fire Control di Colorado. (Baca juga; Jenderal Amerika: AS Tertinggal dari China dan Rusia soal Rudal Hipersonik )

Radar yang dibangun Lockheed Martin diperkirakan menelan biaya USD1,5 miliar atau Rp21,5 triliun. Pada September 2020, transisi dan transfer akhir LRDR ke Space Force dijadwalkan untuk kuartal ketiga tahun fiskal 2023.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!