Mengenal AGCAS, Perangkat Lunak Penyelamat Nyawa Pilot Tempur Ketika Pingsan di Udara
Sabtu, 11 Desember 2021 - 08:55 WIB
Perangkat lunak AGCAS dikenal sebagai Sistem Penghindaran Tabrakan Tanah Otomatis langsung aktif ketika jet tempur berada di ketinggian 2.600 kaki (pada kasus pertama) dan ketinggian 4.000 kaki (pada kasus kedua).
“AGCAS dijuluki sebagai menyelamatkan nyawa pilot,” tulis keterangan Pusat Keselamatan Angkatan Udara Amerika Serikat melalui email kepada Popular Science yang dikutip SINDOnews, Sabtu (11/12/2021). (Baca juga; 10 Pesawat Terbesar Bak Monster yang Mendominasi Angkasa )
Pusat Keselamatan Angkatan Udara Amerika Serikat menjelaskan, dalam dua insiden tersebut, setelah beberapa saat perangkat lunak AGCAS aktif, pilot kembali sadar dan membantu pemulihan kendali pesawat. Jika tidak ada perangkat AGCAS, tindakan pilot mengambil kembali kendali pesawat setelah sadar dari pingsan, bisa dikatakan terlambat untuk mencegah tabrakan atau jatuh ke tanah.
AGCAS aktif mencegah tabrakan dengan membaca input data dari kecepatan dan arah pesawat terhadap ketinggian (jarak) dengan tanah. Sejumlah kode atau sinyal ini memberi informasi data ketika jet tempur terbang ke tanah atau jatuh, kemudian AGCAS mencoba untuk memperbaiki masalah.
Lockheed Martin, yang menciptakan perangkat lunak AGCAS menjelaskan, Sistem ini terdiri dari serangkaian penghindaran tabrakan yang kompleks dan algoritma pengambilan keputusan otonom dengan memanfaatkan navigasi yang tepat, kinerja pesawat, dan medan digital on-board. Data ini untuk menentukan apakah tabrakan dengan tanah akan segera terjadi.
“AGCAS dijuluki sebagai menyelamatkan nyawa pilot,” tulis keterangan Pusat Keselamatan Angkatan Udara Amerika Serikat melalui email kepada Popular Science yang dikutip SINDOnews, Sabtu (11/12/2021). (Baca juga; 10 Pesawat Terbesar Bak Monster yang Mendominasi Angkasa )
Pusat Keselamatan Angkatan Udara Amerika Serikat menjelaskan, dalam dua insiden tersebut, setelah beberapa saat perangkat lunak AGCAS aktif, pilot kembali sadar dan membantu pemulihan kendali pesawat. Jika tidak ada perangkat AGCAS, tindakan pilot mengambil kembali kendali pesawat setelah sadar dari pingsan, bisa dikatakan terlambat untuk mencegah tabrakan atau jatuh ke tanah.
AGCAS aktif mencegah tabrakan dengan membaca input data dari kecepatan dan arah pesawat terhadap ketinggian (jarak) dengan tanah. Sejumlah kode atau sinyal ini memberi informasi data ketika jet tempur terbang ke tanah atau jatuh, kemudian AGCAS mencoba untuk memperbaiki masalah.
Lockheed Martin, yang menciptakan perangkat lunak AGCAS menjelaskan, Sistem ini terdiri dari serangkaian penghindaran tabrakan yang kompleks dan algoritma pengambilan keputusan otonom dengan memanfaatkan navigasi yang tepat, kinerja pesawat, dan medan digital on-board. Data ini untuk menentukan apakah tabrakan dengan tanah akan segera terjadi.
Lihat Juga :