MIT Ciptakan Laboratorium Tentang Sebuah Mimpi

Kamis, 23 April 2020 - 19:03 WIB
Amores berharap usahanya dapat mengarah pada kelegaan bagi subjek yang menderita trauma dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Ia juga percaya bahwa pengharumnya dapat membawa aura positif selama mimpi buruk. "Anda bisa sembuh tanpa sepenuhnya sadar," katanya.

MIT menyediakan teknologi Dormio sebagai sumber terbuka. Desain papan sirkuit juga tersedia online secara gratis.

Analisis mimpi memiliki sejarah yang kaya. Freud mencari penjelasan psiko-seksual untuk fenomena tidur. Dia berteori bahwa mimpi memungkinkan untuk ekspresi yang aman dari pikiran yang tertekan.

Sebuah penelitian tahun 1998 yang diterbitkan dalam Science, meneliti bagaimana otak mengkoordinasikan emosi, indera, dan ingatan jangka panjang selama keadaan mimpi yang jelas. Ini menantang para ahli teori yang menyarankan bahwa mimpi hanyalah fragmen acak dari memori yang disimpan atau dikeluarkan ketika otak melakukan refresh atau pembersihan.

Di sisi lain, Profesor John Antrobus dari City College of New York (CCNY) belajar tidur selama beberapa dekade. Dia menunjukkan bahwa mimpi terkait dengan kecemasan seseorang dan memberi beberapa jawaban yang sulit dipahami.

"Otak adalah organ interpretatif dan ketika wilayah (otak) kurang terhubung saat mereka tidur, kita mendapatkan narasi yang aneh. Apa tujuannya? Kita tidak bisa menjawab satu pertanyaan tanpa menjawab yang lain," kata Antrobus.

Mungkin, penilaian yang paling menarik itu berasal dari Nick Bostrom, seorang filsuf Swedia di Universitas Oxford. Ia menyimpulkan bahwa setiap orang mungkin hidup dalam mimpi digital yang dibayangkan oleh komputer.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!