Mengungkap Sosok dokter Kematian, Philip Nitschke, Kreator Kapsul Bunuh Diri
Sabtu, 11 Desember 2021 - 08:00 WIB
Di saat yang bersamaan otoritas Australia mencabut izin praktek Philip Nitschke karena nekat membantu secara medis upaya euthanasia itu. "Kenapa kita harus mempertanyakan keputusan mereka untuk meninggal dunia, kita tidak pernah mempertanyakan kenapa kita mengirim anak-anak kita berperang di tempat lain juga untuk mati," kritik pria kelahiran 8 Agustus 1947.
Philip Nitschke memang tidak patah arang memperjuangkan pandangannya. Dari situlah dia kemudian membentuk kelompok pro euthanasia bernama Exit International. Aksi-aksi Exit International, di bawah pimpinan Philip Nitschke justru berhasil mendapat perhatian.
Banyak aktivis dari berbagai negara mendukung upaya Philip Nitschke. Kampanye pro euthanasia akhirnya semakin meluas dan mendunia. Hal itulah yang coba dicegah oleh pemerintah Australia.
Baca juga : Mengejutkan, Mobil Listrik Buatan Renault Raih Rating Keamanan 0
Mereka kemudian merayu Philip Nitschke untuk meninggalkan Exit International. Ganjarannhya, izin prakteknya sebagai dokter akan diaktifkan kembali. Namun siapa nyana, pria yang sekarang tinggal di Belanda itu justru membakar ijazahnya dan izin praktek kedokteran yang dia miliki.
"Situasinya jadi sangat sulit di Australia, ini yang membuat saya pergi dari sana. Dan akhirnya saya melihat ini adalah keputusan yang benar," jelasnya.
Philip Nitschke memang tidak patah arang memperjuangkan pandangannya. Dari situlah dia kemudian membentuk kelompok pro euthanasia bernama Exit International. Aksi-aksi Exit International, di bawah pimpinan Philip Nitschke justru berhasil mendapat perhatian.
Banyak aktivis dari berbagai negara mendukung upaya Philip Nitschke. Kampanye pro euthanasia akhirnya semakin meluas dan mendunia. Hal itulah yang coba dicegah oleh pemerintah Australia.
Baca juga : Mengejutkan, Mobil Listrik Buatan Renault Raih Rating Keamanan 0
Mereka kemudian merayu Philip Nitschke untuk meninggalkan Exit International. Ganjarannhya, izin prakteknya sebagai dokter akan diaktifkan kembali. Namun siapa nyana, pria yang sekarang tinggal di Belanda itu justru membakar ijazahnya dan izin praktek kedokteran yang dia miliki.
"Situasinya jadi sangat sulit di Australia, ini yang membuat saya pergi dari sana. Dan akhirnya saya melihat ini adalah keputusan yang benar," jelasnya.