Blackbox Perekam Penyebab Bumi Kiamat Dibangun di Ujung Selatan Bumi
Selasa, 07 Desember 2021 - 16:00 WIB
Ditenagai sepenuhnya oleh panel surya, besi raksasa itu dilengkapi dengan ruangan penyimpan berukuran raksasa dan konektivitas internet berkecepatan tinggi. "Ide alat ini dibangun adalah apabila bumi hancur karena perubahan iklim, maka alat ini akan hadir dan bisa digunakan oleh siapa dan apa pun yang ingin mempelajari penyebabnya," ujar Jim Curtis dari Clemenger BBDO.
Dia juga melanjutkan Tasmania dipilih bukan tanpa sebab. Awalnya ada tempat lain yang direncanakan untuk menaruh blackbox bumi yakni Malta, Norwegia dan Qatar. Hanya saja Tasmania terpilih karena memiliki stabilitas geopolitik dan geologis.
Baca juga : Ini Denda Berhubungan Seks di dalam Mobil di Berbagai Negara di Dunia
Jim Curtis mengatakan saat beroperasi penuh tahun depan, nantinya blackbox bumi itu tidak hanya jadi data eksklusif. Data yang akan terus berkembang diharapkan akan bisa dipantau atau dipelajari oleh masyarakat umum melalui digital platform. Mereka juga berencana agar setiap orang yang sudah berkunjung ke lokasi blackbox itu berada bisa terus terkoneksi dengan data yang telah diolah.
Disebutkan situs ABC, proses uji coba perekaman data telah dimulai sejak COP26 di Glasgow, Skotlandia yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 12 November 2021 lalu. Clemenger BBDO menyebutkan kemampuan menyimpan data blacbox bumi atau Earth Blackbox itu diperkirakan mampu aktif hingga 50 tahun ke depan.
Dia juga melanjutkan Tasmania dipilih bukan tanpa sebab. Awalnya ada tempat lain yang direncanakan untuk menaruh blackbox bumi yakni Malta, Norwegia dan Qatar. Hanya saja Tasmania terpilih karena memiliki stabilitas geopolitik dan geologis.
Baca juga : Ini Denda Berhubungan Seks di dalam Mobil di Berbagai Negara di Dunia
Jim Curtis mengatakan saat beroperasi penuh tahun depan, nantinya blackbox bumi itu tidak hanya jadi data eksklusif. Data yang akan terus berkembang diharapkan akan bisa dipantau atau dipelajari oleh masyarakat umum melalui digital platform. Mereka juga berencana agar setiap orang yang sudah berkunjung ke lokasi blackbox itu berada bisa terus terkoneksi dengan data yang telah diolah.
Disebutkan situs ABC, proses uji coba perekaman data telah dimulai sejak COP26 di Glasgow, Skotlandia yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 12 November 2021 lalu. Clemenger BBDO menyebutkan kemampuan menyimpan data blacbox bumi atau Earth Blackbox itu diperkirakan mampu aktif hingga 50 tahun ke depan.
(wsb)
Lihat Juga :