Sensor Elastisitas Sensitif Mampu Deteksi Berat Bulu

Senin, 08 Juni 2020 - 09:01 WIB
Profesor Fisika Eksperimental di Universitas Sussex, Alan Dalton, juga mengungkapkan hal yang sama dengan O’Mara. Ia mengatakan bahwa teknologi yang menjanjikan ini mungkin terbukti sangat berguna di bidang seperti kesehatan, pemantauan kinerja olahraga, dan bidang yang berkembang pesat seperti robotika lunak.

"Penelitian kami telah mengembangkan perangkat pemantauan kesehatan yang murah, dapat diukur dan dikalibrasi untuk mengukur segala sesuatu mulai dari gerakan sendi manusia hingga pemantauan vital," kata Dalton.

Menurutnya, beberapa perangkat dapat digunakan di seluruh tubuh pasien. Sensor terhubung secara nirkabel dan berkomunikasi bersama untuk menyediakan kesehatan seluler yang hidup dan untuk mendiagnostik dengan biaya yang lebih murah.

Para peneliti mengatakan metode ini memiliki potensi untuk diperluas ke berbagai bahan berlapis dua dimensi dan matriks polimer. Sensor memberikan konduktivitas yang dapat ditingkatkan pada semua level tanpa ambang perkolasi yang jelas.

Alat pengukur komersial mendapatkan sensitivitas dan rentang regangan yang relatif rendah. Itu mencegah penginderaan regangan tinggi yang diperlukan untuk pemantauan gerakan tubuh.

Sensor baru ini mampu mendeteksi elastisitas kurang dari 0,1%, karena faktor pengukur yang lebih tinggi. Dimana respons eksponensial menyebabkan resistansi berubah dengan faktor lebih dari satu juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!