Elang Terbesar Pernah Hidup di Selandia Baru, Pemakan Bangkai Dijuluki Si Tua Rakus
Kamis, 02 Desember 2021 - 14:49 WIB
Sekitar waktu itu, orang-orang Māori juga berburu moa dan menghancurkan habitatnya. Selera manusia yang juga berburu moa, sehingga ikut andil menghancurkan populasi Elang Haast. Saat jumlah moa menyusut di seluruh Selandia Baru, Elang Haast juga menghilang. (Baca juga; BKSDA Cari Pengunggah Foto Burung Elang Ditembak di Bengkulu Utara )
Para ahli juga masih heran bagaimana Elang Haast memangsa moa hidup, yang beratnya bisa mencapai 440 pon (200 kg). Namun, dari sejumlah tulang moa yang diawetkan terlihat bekas luka paruh dan cakar Elang Haast. Itu menunjukkan bahwa Elang Haast memakan moa.
Elang Haast mungkin memiliki kesamaan dengan burung Nasar: kepala botak. Dari berbagai lukisan artistik dari burung yang punah, biasanya menggambarkan bagian kepala dan leher berbulu seperti Elang. Namun, dalam lukisan gua Māori yang dianggap sebagai Elang Haast, tubuh burung diwarnai sedangkan bagian kepalanya tidak.
"Ini yang kami tafsirkan sebagai botak versus berbulu. Itu benar-benar memperkuat gagasan bahwa Elang Haast makan seperti burung Nasar, dengan kepala jauh ke dalam organ mangsanya," ujar Anneke van Heteren.
Para ahli juga masih heran bagaimana Elang Haast memangsa moa hidup, yang beratnya bisa mencapai 440 pon (200 kg). Namun, dari sejumlah tulang moa yang diawetkan terlihat bekas luka paruh dan cakar Elang Haast. Itu menunjukkan bahwa Elang Haast memakan moa.
Elang Haast mungkin memiliki kesamaan dengan burung Nasar: kepala botak. Dari berbagai lukisan artistik dari burung yang punah, biasanya menggambarkan bagian kepala dan leher berbulu seperti Elang. Namun, dalam lukisan gua Māori yang dianggap sebagai Elang Haast, tubuh burung diwarnai sedangkan bagian kepalanya tidak.
"Ini yang kami tafsirkan sebagai botak versus berbulu. Itu benar-benar memperkuat gagasan bahwa Elang Haast makan seperti burung Nasar, dengan kepala jauh ke dalam organ mangsanya," ujar Anneke van Heteren.
(wib)
Lihat Juga :