Varian Omicron: Mutasi dan Dampak yang Perlu Diketahui
Selasa, 30 November 2021 - 15:50 WIB
Apalagi Tes PCR secara umum dapat mendeteksi varian Omicron dan dengan mudah dibedakan dari varian lain. Sebab ada mutasi pada salah satu dari tiga gen yang dijadikan bahan pengujian. "Dengan menggunakan pendekatan ini, varian ini telah terdeteksi lebih cepat dari lonjakan infeksi sebelumnya," keterangan WHO.
Mutasi
Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi, 10 di antaranya berada di "domain pengikatan reseptor" atau bagian dari protein yang menempel pada sel manusia. "Kemungkinan potensi penyebaran Omicron di tingkat global tinggi," menurut laporan The Guardian.
Namun, belum diketahui apakah Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian sebelumnya. Bukti awal menunjukkan tingkat rawat inap pasien di Afrika Selatan meningkat, namun perlu diketahui hanya sekitar 24% populasi Afrika Selatan yang sudah divaksinasi lengkap COVID-19.
Infeksi pertama yang dilaporkan di Afrika Selatan terjadi pada mahasiswa tidak ada gejala yang parah. Belum diketahui apakah varian tersebut akan menyebabkan penyakit yang lebih parah pada pasein berisiko tinggi, seperti orang tua.
Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan Dr Angelique Coetzee mengatakan bahwa pasien varian Omicron memiliki gejala "sangat ringan". Tidak ada pasiennya yang kehilangan rasa atau bau, dan tidak perlu dirawat di rumah sakit. “Dari beberapa lusin pasien yang dites positif COVID-19, sebagian besar adalah pria muda sehat yang muncul dengan gejala kelelahan," kata Coetzee.
Mutasi
Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi, 10 di antaranya berada di "domain pengikatan reseptor" atau bagian dari protein yang menempel pada sel manusia. "Kemungkinan potensi penyebaran Omicron di tingkat global tinggi," menurut laporan The Guardian.
Namun, belum diketahui apakah Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian sebelumnya. Bukti awal menunjukkan tingkat rawat inap pasien di Afrika Selatan meningkat, namun perlu diketahui hanya sekitar 24% populasi Afrika Selatan yang sudah divaksinasi lengkap COVID-19.
Infeksi pertama yang dilaporkan di Afrika Selatan terjadi pada mahasiswa tidak ada gejala yang parah. Belum diketahui apakah varian tersebut akan menyebabkan penyakit yang lebih parah pada pasein berisiko tinggi, seperti orang tua.
Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan Dr Angelique Coetzee mengatakan bahwa pasien varian Omicron memiliki gejala "sangat ringan". Tidak ada pasiennya yang kehilangan rasa atau bau, dan tidak perlu dirawat di rumah sakit. “Dari beberapa lusin pasien yang dites positif COVID-19, sebagian besar adalah pria muda sehat yang muncul dengan gejala kelelahan," kata Coetzee.
Lihat Juga :